Aku Ingin Menulis, maka Menulislah

Aku ingin menulis, maka menulislah

Menulislah jika Anda ingin menulis. Menulis, hanya itu kunci memulai sebuah tulisan. Ide sedahsyat apa pun tidak akan berguna jika tidak segera ditulis.

“Aduh saya tidak punya waktu, karena harus ini itu bla bla bla…”

Ya sudahlah, jangan menulis.

Tetapi ketika keinginan menulis itu masih ada, tulislah di gadget yang Anda pegang. Playstore menyediakan banyak sekali aplikasi untuk menulis. Anda bisa menggunakan salah satu aplikasi, misalnya ColorNote.

unnamed

Menurut saya, makna menulis memiliki pergeseran makna. Dulu, makna menulis adalah membuat coretan pada kertas dengan menggunakan pena, pensil, bolpoin, atau alat tulis lainnya. Sekarang, menulis memiliki makna yang luas, yaitu: (1) menulis corat-coret di kertas, (2) menulis dengan laptop, (3) menulis dengan gadget, (4) menulis dengan komputer.

Jadi, Anda mau menulis di mana? Ada mempunyai banyak pilihan. Tidak ada laptop, ada gadget. Gadget lowbat, laptop tidak ada, Anda bisa menulis di kertas. Begitu banyak pilihan. Tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk tidak bisa menulis, jika Anda mempunyai niat ingin menulis. Di mana pun Anda bisa menulis, karena gadget Anda ada di genggaman.
Sambil baik go-jek saya bisa menulis ide buku yang terlintas saat itu karena bantuan aplikasi ColorNote. Outline-pun bisa langsung saya buat ketika sedang menunggu.

MAU MENULIS?? MENULISLAH…

Paskalina Askalin

Ide menulis dari menulis

Ide menulis bisa diperoleh dari menulis

Saat saya sudah mendapatkan ide menulis, saya akan segera menulis outline atau kerangka tulisan. Satu, dua, tiga, .. kerangka sudah tersusun. Mulailah saya menulis.

Saat menulis sudah berjalan, lembar demi lembar dihasilkan, tiba-tiba muncul ide menulis lain. Itu sangat biasa saya alami. Karena tertariknya pada ide menulis yang baru saja muncul, kadang saya tidak segan-segan menghentikan tulisan saya, dan mulai membuat tulisan dengan ide baru. Ini bisa menjadi masalah 🙁

Ada kelemahan dalam proses menuliskan ide menjadi tulisan yang saya lakukan ini. Saking banyaknya ide yang muncul, tulisan malah jadi tidak selesai. Sedang menulis, muncul ide, pindah menulis ke ide baru, belum selesai, pindah lagi ke ide baru hahaaaa kapan selesainya???

Ide menulis yang diperoleh saat menulis, memang harus langsung ditulis supaya tidak lupa. TAPI jangan keterusan mengumpulkan ide, selesaikan satu ide tulisan yang sudah matang. Matang dalam arti outline/kerangka sudah dibuat dan sudah jelas arah tulisannya.

Saat sedang menulis, sudah mendapatkan separoh tulisan dari target halaman. Tiba-tiba muncul ide menulis baru. Bagi saya kemunculan ide baru ini membuat saya bersemangat sekali menulis, bersemangat menulis ide baru, dan jadi merasa jenuh dengan tulisan yang hampir selesai. Ini bisa menjadi masalah alias naskah jadi ga selesai.

JADI:

  1. Ide menulis itu bisa kita peroleh di mana saja dan kapan saja
  2. Segera tulis jika mendapatkan ide tulisan
  3. Jangan terburu-buru membuat kerangka tulisan dari ide tulisan yang baru saja diperoleh, karena kita harus memikirkan kembali apakah ide itu bener2 baik untuk ditulis atau tidak. Baik dalam arti ide tulisan itu bisa menjadi tulisan yang bernilai jual.
  4. Menulislah dengan panduan outline atau kerangka, supaya tulisan tidak meluber ke mana-mana atau supaya tulisan tidak menjadi kering kerontang.
  5. Selesaikan tulisan hingga ke bagian akhir, jangan ditunda atau dipotong dengan menulis ide lain. Jika tidak bisa dilakukan, gunakan skala prioritas. Bagi yang mempunyai kemampuan multi-job-writer, hal ini tidak menjadi masalah.

 

Catatan: Desemberku

Desemberku

Ada apa di Desember
Inginku ada salju jatuh di kepala
Tapi itu khayal

Ada apa di Desember
Banyak tulisan menggantung
Kejar tayang menulis deh

Ada apa di Desember
Ada peringatan hari  Ibu
Terima kasih untuk semua Ibu

Ada apa di Desember
Sambut kelahiranNya di Desember
Yesus Sang Juru Slamat

Ada apa di Desember
Aku menantikan kelahiran anakku
Semoga Tuhan melancarkan semuanya

Ada apa di Desember
Ada rasa hilang kehilangan dalam
Tuhan menjemputnya terlalu cepat

Catatan Askalin di siang bolong, 4 Desember 2014

Panduan Menulis untuk Pelajar SD

aku mau jadi penulis

Judul: Aku Mau Jadi Penulis (Panduan Menulis untuk Pelajar SD)
Penulis: Askalin
Penerbit: Grasindo
Terbit: September, 2013
Harga: Rp 60.000

Dapat juga dibeli di toko buku gramedia seluruh Indonesia dan toko buku online

Ingin dapat diskon beli di www.bukabuku.com

Ide Menulis (1)

IDE MENULIS

by Paskalina Oktavianawatii-love-writing-menulis

Ide menulis bisa datang kapan pun, di mana pun, dalam kondisi apa pun. Kita semua menulis setiap hari. Tak ada satu hari pun lewat tanpa menulis. Menulis apa? Menulis update status di BB, FB, TWIT, etc. Ya itu juga menulis kan. Dan kadang kala untuk menulis update status di FB saja kita harus berpikir untuk mencari ide.

Oke, sekarang kita bicara tentang ide menulis sesuatu yang panjang, 1 halaman, 5 halaman, atau satu buku.

Ide memang bisa muncul di mana dan kapan saja, tetapi ide juga bisa didapatkan alias bisa kita cari. Dari mana kita bisa mendapatkan ide menulis?

Ide menulis bisa kita dapatkan dari:

(1) MEMBACA

59963_buku_300_225Sudah sering disebutkan dalam pelatihan menulis, sharing menulis, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan penulisan, bahwa jika kita ingin menulis maka harus membaca. Dari MEMBACA dengan MEMBACA maka kita pasti bisa menulis. Bohong besar jika seorang penulis bilang dia tidak pernah membaca walau suka menulis.

Membaca apa? Membaca apa saja yang membuat kita tertarik. Membaca komik, membaca koran, membaca iklan baris, membaca iklan lowongan, membaca novel, membaca majalah, dengan MEMBACA APAPUN pasti akan memunculkan ide menulis.

Dari membaca iklan baris, seseorang penulis bisa mempunyai ide membuat buku berjudul BUKU PINTAR IKLAN BARIS, isinya berupa penjelasan tentang  singkatan-singkatan yang digunakan dalam pembuatan iklan baris. Ingin tahu seperti apa buku tersebut, contact me 🙂 buku tersebut sudah terbit. Yang pasti bukan saya penulisnya haha

Dari membaca sebuah novel true story, dapat pula memunculkan ide menulis. Orang lain bisa menuliskan kisahnya dalam sebuah novel, kita pun bisa menuliskan kisah kita sendiri dalam novel. Tidak ada salahnya kan menjadikan hidup kita sebagai objek novel yang kita tulis sendiri. Sudah banyak sekali beredar novel yang menurut penulisnya adalah kisah nyata kehidupannya.

Apa pun yang kita baca, pasti akan meninggalkan suatu ide menulis, jika memang niat kita sedang mencari ide menulis. Kalau pun kita belum juga mendapatkan ide menulis dari membaca buku, masih banyak cara lain untuk memancing ide. 🙂

(2) MENULIS

Ide menulis dapat diperoleh dari MENULIS. Maksudnya?

pengetikan

_bersambung_