10 Peribahasa Bahasa Indonesia dari Kata “Air”

10 Peribahasa Bahasa Indonesia dari Kata “Air”

Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan). Peribahasa juga dimaknai sebagai ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin sudah jarang kita temui orang berbicara dengan menggunakan peribahasa, karena pada masa kini orang cenderung berbicara apa adanya. Namun, peribahasa perlu dilestarikan karena peribahasa merupakan kekayaan bahasa, apalagi jika peribahasa itu menggunakan bahasa daerah.

Untuk mengingatkan kembali tentang peribahasa, berikut ini 10 peribahasa bahasa Indonesia dari kata “air”.

(1) Ada air ada ikan
Arti peribahasa ada air ada ikan adalah di mana pun kita berada, niscaya ada rezeki.

(2) Air beriak tanda tak dalam
Arti peribahasa air beriak tanda tak dalam adalah orang yang banyak cakap (sombong dan sebagainya) biasanya kurang ilmunya.

(3) Air besar, batu bersibak
Arti peribahasa air besar, batu bersibak adalah persaudaraan (keluarga) menjadi cerai-berai apabila terjadi perselisihan.

(4) Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam
Arti peribahasa air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam adalah tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dan sebagainya).

(5) Air laut asin sendiri
Arti peribahasa 10 Peribahasa Indonesia dari Kata Air laut asin sendiri adalah orang yang suka memuji diri sendiri.

(6) Air tenang (biasa) menghanyutkan
Arti peribahasa air tenang (biasa) menghanyutkan adalah orang yang pendiam biasanya banyak pengetahuannya.

(7) Bagai air di daun talas
Arti peribahasa bagai air di daun talas adalah selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian).

(8) Bagai air pembasuh kaki
Peribahasa bagai air pembasuh kaki artinya direndahkan.

(9) Bermain air basah, bermain api lecur
Arti peribahasa bermain air basah, bermain api lecur adalah tiap pekerjaan atau usaha ada susahnya.

(10) Takkan putus air dicencang
Arti peribahasa takkan putus air dicencang adalah hubungan persaudaraan tidak dapat dipisahkan; meski berselisih, pada akhirnya akan berdamai juga.

Sumber: KBBI LURING

Book Review: Yuk Keliling Nusantara Mengenal Kekayaan Peribahasa di Nusantara

Judul: Yuk Keliling Nusantara 38 Peribahasa Nusantara
Penulis: @yukkelilingnusantara

Kalau saya bicara tentang peribahasa pasti ingat dengan dua peribahasa ini.

▶️ Tong kosong nyaring bunyinya
▶️ Tak ada gading yang tak retak

Sahabat, pasti tahu arti dua peribahasa itu, bukan. Peribahasa “tong kosong nyaring bunyinya” berarti orang yang bodoh biasanya banyak bualnya (cakapnya), sedangkan peribahasa “tak ada gading yang tak retak” berarti tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya.
Peribahasa biasa digunakan orang dalam percakapan untuk mengungkapkan sesuatu secara tidak langsung.

Misalnya:
“Ah, kamu itu tong kosong nyaring bunyinya.”
“Sudahlah, jangan terlalu menyalahkan dia, tak ada gading yang tak retak.”

Menurut KBBI Luring, (1) peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan), (2) peribahasa adalah ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Jika Sahabat tahu arti peribahasa dalam bahasa Indonesia, bagaimana dengan peribahasa-peribahasa di bawah ini? Tahukah Sahabat asal daerah dan arti peribahasa ini?

(1) Biar parau buruk tetap bertambat di pengkalen
(2) Ibarato ujan umban ke gunung, mpuak besighak kidau kanan tunggal ke batang aki
(3) Se adhagang adhaging
(4) Fa paragon as sepa, mai dad uka moya
(5) Kina susurano bulengan
(6) Mopotuwawu kalibi, kuali,wawu pi’ili

Kalau Sahabat tahu bahasa daerah dari peribahasa di atas, tentu Sahabat akan tahu artinya. 😊 Peribahasa di atas saya kutip dari buku (lembar aktivitas) Yuk Keliling Nusantara: 38 Peribahasa Nusantara yang ditulis oleh @yukkelilingnusantara.

Setiap daerah di Nusantara mempunyai kekayaan bahasa yang luar biasa. Hal ini tentunya juga memperkaya khazanah peribahasa Nusantara.

Kalau Sahabat ingin mengetahui lengkapnya 38 Peribahasa Nusantara, sahabat bisa mengunduhnya di sini 👇

UNDUH PDF 38 PERIBAHASA NUSANTARA

Sekarang, yuk kita bedah arti peribahasa dari enam daerah di Nusantara.

Peribahasa “biar parau buruk tetap bertambat di pengkalen” berasal dari Bangka Belitung. Arti peribahasa ini adalah biar perahu buruk tetap berlabuh di dermaga, memaafkan kesalahan orang lain adalah kunci menjaga hubungan.

Peribahasa “Ibarato ujan umban ke gunung, mpuak besighak kidau kanan tunggal ke batang aki” berasal dari Bengkulu. Arti peribahasa ini adalah seperti air hujan jatuh ke gunung, walau memancar ke kiri dan ke kanan, akhirnya bersatu di sungai. Ragam pendapat bersatu dalam musyawarah mufakat.

Peribahasa “se adhagang adhaging” berasal dari Jawa Timur. Arti peribahasa ini adalah kalau berdagang haruslah berdaging, kalau bekerja haruslah berhasil.

Peribahasa ” fa paragon as sepa, mai dad uka moya” berasal dari Maluku. Arti peribahasa ini adalah seperti anjing menggonggong tetapi tidak menggigit.

Peribahasa “Kina susurano bulengan” berasal dari Sulawesi Utara. Arti peribahasa ini adalah tanggung jawab sudah terpenuhi.

Peribahasa “Mopotuwawu kalibi, kuali,wawu pi’ili” berasal dari Gorontalo. Arti peribahasa ini adalah menyatukan hati, perkataan, dan perbuatan.

Sahabat kini tahu arti peribahasa dari enam daerah di Nusantara. Jika ingin tahu lebih banyak tentang 38 Peribahasa Nusantara, Sahabat bisa mengunduhnya di sini☺️👇

UNDUH PDF 38 PERIBAHASA NUSANTARA

Kenapa buku ini dijual dalam bentuk PDF? Mungkin Sahabat bertanya akan hal itu. Buku Yuk Keliling Nusantara: 38 Peribahasa Nusantara mempunyai misi lain selain memperkenalkan peribahasa yang ada di daerah-daerah di Nusantara. Apa misinya? Misi lain buku ini adalah latihan menulis. Sambil memahami peribahasa dari berbagai daerah di Nusantara, Sahabat bisa mengajak anak, ponakan, dan adik untuk latihan menulis. Karena itulah, buku ini dijual dalam bentuk PDF, supaya Sahabat bisa mencetak sendiri lembar demi lembar sesuai kebutuhan.

Tampilan Isi Buku



Unduh PDF-nya pada link di bawah ini.

UNDUH PDF 38 PERIBAHASA NUSANTARA