Kegiatan belajar mengajar (KBM) daring yang dilakukan anak saya, Kenan, sudah berakhir dua minggu lalu, tetapi aktivitas belajar tetap saya jadikan rutinitas setiap hari, walaupun hanya 10-30 menit.
Saya tetap ingin mempertahankan kebiasaan belajar di rumah pada Kenan. Saat Kenan KBM daring dengan gurunya, sebenarnya kan tetap emaknya yang harus mengajak anak, memberikan instruksi, memberi apresiasi, dan sebagainya. Jadi, selanjutnya tinggal menggali kreativitas belajar di rumah yang menyenangkan.
Belajar di rumah sudah dilakukan Kenan sejak usia 2 tahun, bahkan kurang. Saat Kenan sudah bisa mencoret-coret saya sodorkan buku dan spidol warna. Walau kadang buku tidak dicoret, malah disobek-sobek.
A: Sudah ada KBBI Luring di gawai kamu? B: Apa itu KBBI Luring? A: Ah masa kamu tidak tahu. Kamu kan orang Indonesia, bahasa yang kamu pakai bahasa Indonesia. B: Jelaskan saja apa KBBI Luring itu? A: Baiklah, aku jelaskan.
KBBI Luring terdiri dari dua kata KBBI dan luring. KBBI adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia, sedangkan luring adalah akronim dari luar jaringan yang berarti terputus dari jejaring komputer, internet, dan sebagainya.
Jadi KBBI Luring adalah kamus bahasa Indonesia yang bisa digunakan tanpa harus tersambung jaringan internet. Aplikasi KBBI Luring dapat diunduh secara gratis di Playstore. Pengunaan KBBI Luring sangat mudah. Berikut ini tampilan KBBI Luring.
Kebalikan dari KBBI Luring, KBBI Daring adalah Kamus Besarย Bahasa Indonesia dalam jaringan, sehingga membutuhkan sambungan internet. Klik KBBI Daring.
Bagaimana kita akan mengatakan pada anak “Nak tanganmu kotor, ayo cuci tangan?’ Jika anak tidak tahu kotor itu apa.
Dulu ketika saya masih kecil, bermain tanah adalah hal yang paling menyenangkan. Dengan menggunakan media tanah, saya bisa menciptakan aneka macam permainan asyik dari tanah. Main masak-masakan, membuat kue mainan, membangun istana pasir, membuat gelas piring dari tanah, dan masih banyak lainnya. Mungkin Anda juga ingat, apa permainan favorit Anda saat masih kecil yang berkaitan dengan tanah?
Kenan bermain pasir campur air
Kita pernah mengalami menjadi anak kecil, sekarang kita menghadapi anak kecil juga yang ternyata suka sekali bermain dengan tanah atau pasir. Walaupun ada anak yang dilarang orangtuanya bermain tanah, anak tetaplah suka bermain pasir.
Kenan termasuk anak yang tidak suka memegang benda yang kotor atau basah, tapi kalau bermain tanah atau pasir, Kenan mau-mau saja. Kenan tidak menunjukkan rasa jijik dan takut kotor.
Bermain pasir atau tanah adalah mainan favorit anak-anak. Apa ada anak yang tidak suka main pasir? Ada. Anak yang sudah terlanjur didoktrin orangtuanya bahwa tanah itu kotor tidak boleh disentuh, tanah banyak kuman bla bla bla, jadinya anak menjadi fobia pada tanah. Mungkin anak seperti itu yang tidak suka main tanah.
Kenan bermain truk tanah
Saat anak kita bermain tanah atau pasir, ada pembelajaran yang bisa dipetik lho. Apa saja itu?
Mengajarkan cuci tangan yang benar
Setelah bermain tanah atau pasir, otomatis orangtua akan meminta anak untuk cuci tangan dengan benar. Oleh karena itu, orangtua bisa sekaligus mengajarkan pada anak tentang mencuci tangan.
Kenan mencuci tangan
Memberikan informasi tentang kuman dan bahayanya
Anak cerdas akan bertanya, kenapa harus mencuci tangan. Jawaban orangtua dapat sekaligus memberikan informasi kepada anak tentang kuman dan bahaya. Tidak perlu penjelasan yang mendetail, yang penting anak tahu jika di tanah ada kuman yang bisa membuat tubuh sakit. Cara untuk menghilangkan kuman itu dengan mencuci tangan dengan benar.
Melatih motorik dan kreativitas
Bermain tanah membuat anak menggerakkan seluruh anggota tubuhnya. Berdiri, duduk, berjongkok, menggenggam tanah, menyendok tanah, semua itu membuat motorik anak menjadi terlatih.
Kata baku adalah kata yang digunakan sesuai dengan kaidah dan pedoman bahasa yang berlaku. Kaidah dan pedoman kata baku bahasa Indonesia adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia. Maka, jika kita ingin mengecek apakah sebuah kata itu baku atau tidak baku, kita bisa mengeceknya di Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jika kata yang digunakan tidak sesuai kaidah dan pedoman bahasa Indonesia disebut kata tidak baku. Penggunaan kata tidak baku itu tidak salah, tetapi tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Kalimat atau bahasa formal sebaiknya menggunakan kata baku. Namun, jika ada kata tidak baku dalam kalimat formal bukanlah sebuah kesalahan, hanya terjadi ketidaksesuaian.ย
Misalnya dalam sebuah surat resmi terdapat penggunaan kata tidak baku, surat tersebut tidak salah, hanya perlu perbaikan kesesuaian penggunaan kata, mungkin sang pembuat surat tidak paham kata baku dan kata tidak baku.
Dua bulan sudah kita berada di rumah, orangtua bekerja di rumah, anak-anak sekolah di rumah, dan ibadah pun di rumah. Merasa bosan ga sih?
Mencermati orang-orang di sekitar saya, saat pandemi yang paling terkuras adalah kuota internet. Syukur Puji Tuhan, sudah berlangganan internet rumah, sehingga bisa pakai kuota ramai-ramai, tidak perlu rebutan kuota.
Bosan juga di rumah terus, tapi saya yakin sekali, internet membantu kita semua keluar dari zona bosan di rumah. Asal ada kuota internet, di rumah pun tetap bisa berkelana ke mana-mana. Meeting bisa dilakukan dari rumah masing-masing, berdoa bisa dilakukan sama-sama walaupun di rumah masing-masing, pokoknya ada kuota internet lancar semuanya.
Laman apa yang paling banyak dibuka selama pandemi? Tentu jawabannya tergantung dari keperluan setiap orang. Saya perlu mengetahui informasi terbaru tentang Covid-19, maka saya bisa mengunjungi salah satu situs berita atau mengunjungi situs resmi pemerintah. Jika saya perlu mengikuti misa di gereja secara live streaming, saya bisa kunjungi Youtube. Saya mau nonton film box office, saya kunjungi Youtube. Saya mau cari kartun anak, saya klik Youtube. Saya mau cari resep kue, saya klik Youtube
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.