Cerita anak: Anak dalam Cermin

Sumber:

anak-dalam-cermin

Blyton, Enid. 2007. Anak dalam Cermin dan Cerita-cerita lain. Jakarta: Gramedia

Anak dalam Cermin

Ronnie mempunyai sifat yang aneh. Kalau teman-temannya datang ke rumahnya, Ronnie tak pernah membiarkan mereka bermain-main dengan mainannya.

“Apakah benar kau ini, Ronnie!” ucap ibu Ronnie pada suatu hari. “Bukankah kau ingin bermain-main dengan maian Harry kalau kau kebetulan sedang bermain di rumahnya? Juga kalau sedang di rumah Angela—kau ingin meminjam balok susunnya, bukan? Mengapa kau tak memperbolehkan teman-temanmu bermain dengan mainanmu?”

“Ah,” sahut Ronnie, “aku tak senang jika mainanku dipakai anak lain.”

“Mudah-mudahan saja kau tak berteman dengan anak yang seperti kau—tak mau meminjamkan mainannya kepadamu!” ujar Ibu pula. “Kalau tidak begitu, kau takkan tahu betapa buruknya sifatmu itu. Kita harus mau membagi apa yang kita miliki bila keadaan memungkinkan.”

Ada satu hal yang paling digemari Ronnie—ia sangat suka bercermin! Di kamar ibunya ada sebuah cermin berukuran sangat besar—tingginya sama dengan tinggi ruangan! Ronnie senang sekali berdiri di depannya sambil mengamat-amati segala sesuatu yang terpantul di situ.

Continue reading “Cerita anak: Anak dalam Cermin”

Resensi Buku: Kreasi Daur Ulang Kardus Kemasan

Judul : Kreasi Daur Ulang Kardus Kemasankardus-kemasan

Penulis : Hanna Paluzi

Genre : Keterampilan Anak

Penerbit : Tiga Serangkai

Terbit : 2007

Tebal : 28 hlm

ISBN : 978-979-018-125-0

Kardus kemasan minuman, kardus sepatu, kardus kemasan pasta gigi, kardus kemasan sabun, dan kotak-kotak kardus lainnya dapat disulap menjadi benda hias, benda mainan, dan benda praktis. Bagaimana kalau yang menyulap adalah anak-anak Anda?

Continue reading “Resensi Buku: Kreasi Daur Ulang Kardus Kemasan”

Resensi Buku: Tuan Lokomotif dan Dongeng-dongeng Lain

Judul Buku : Tuan Lokomotif dan Dongeng-dongeng Laintuan-lokomotif-depan

Penulis : Renny Yaniar

Penerbit : Pustaka Riang

Tahun terbit : 2008

Genre : Dongeng

Tebal : 64 halaman

ISBN : –

Lagi-lagi pantas diucapkan profisiat untuk Renny Yaniar. Setelah buku cerita anak Perjalanan Para Lobster, Renny kembali memberikan buku gratis untuk anak indonesia. Buku itu berjudul Tuan Lokomotif dan Dongeng-dongeng Lain.

Buku ini memuat 5 dongeng yang isi ceritanya sangat menarik. Meski buku ini ditujukan untuk anak-anak, orang dewasa juga patut sekali membaca buku dongeng ini. Mengapa demikian? Karena pesan yang tercermin dalam dongeng-dongeng ini bersifat universal. Misalnya, pada dongeng yang berjudul ”Penjual Buah dan Wanita Tua”.

Continue reading “Resensi Buku: Tuan Lokomotif dan Dongeng-dongeng Lain”

Resensi Buku Anak: Tari Daerah dari 33 Provinsi

tari-daerah-dr-33-pro-depanJudul: Tari Daerah dari 33 Provinsi, Penerbit: Tera for Junior, Genre: Buku anak, Penulis: Tim Tera, Tahun Terbit: 2008, Tebal: viii+204, ISBN: 978-775-041-8


Begitu banyak buku anak yang bertebaran dari toko buku. Ada buku bergenre calistung (membaca, menulis, dan berhitung), cerita adaptasi dari luar negeri (dongeng, fabel), dan ada pula genre sains untuk anak.

Di manakah buku yang mengenalkan anak pada budaya Indonesia? Padahal Indonesia memiliki kekayaan budaya yang mengagumkan, salah satunya tari daerah. Bagaimana kita mengenalkan keberadaan tari daerah kepada generasi di bawah kita? Daerah Jawa Barat memiliki tari Jaipong, Jawa Tengah memiliki tari Gambyong, dan Sulawesi Utara memiliki tari Mangengket. Continue reading “Resensi Buku Anak: Tari Daerah dari 33 Provinsi”

Resensi Buku Anak: Perjalanan Para Lobster

perjalanan-para-lobsterJudul Buku : Perjalanan Para Lobster, Penulis : Renny Yaniar, Penerbit : Pustaka Riang, Tahun terbit : 2008, Genre : Anak, Tebal : 36 halaman


Pantas sekali diucapkan profisiat pada Renny Yaniar atas penulisan buku cerita anak ini. Karena buku ini diberikan gratis untuk anak Indonesia. Tak banyak penulis yang bersedia memberikan bukunya secara gratis. Pemberian Renny Yaniar untuk membawa anak Indonesia pintar membaca patut menjadi contoh.

Buku ini bercerita tentang sekelompok lobster yang melakukan perjalanan ribuan kilometer dari Laut Utara ke Laut Selatan. Di antara kelompok lobster itu ada lobster kecil yang bernama Lobo dan Lala. Perjalanan kelompok lobster ini mengalami berbagai halangan. Kelompok lobster yang dipimpin oleh Pak Bobi menyaksikan kelompok lobster lain yang tertangkap oleh nelayan. Pak Bobi dan kelompoknya tak dapat menolong kelompok lobster itu.

Pak Bobi dan kelompoknya juga tidak berhasil menyelamatkan seekor lobster kecil yang tersesat dari kelompoknya diserang ikan besar. Setelah mengalami berbagai rintangan, akhirnya Lobo dan Lala serta para lobster pimpinan Pak Bobi lainnya berhasil sampai di Laut Selatan dengan bahagia.

Setelah buku Perjalanan Para Lobster, buku apa lagi yang akan diberikan secara gratis untuk anak Indonesia?