Sekilas Cerita tentang Tempe Goreng hingga Asem-asem Tempe

Libur lebaran belum sepenuhnya Usai. Masih banyak pemudik yang enggan balik kota tempat perantauan mereka. Situasi ini tentu sangat berpengaruh untuk kota-kota yang ditinggalkan oleh yang pulang kampung.

Imbas yang saya rasakan adalah belum adanya atau belum lengkapnya sayuran yang dijual oleh penjual sayur, baik itu penjual sayur online maupun penjual sayur offline.
Jika tukang sayur offline, tidak ada masalah buat saya karena masih ada sayur online. Namun, di masa arus balik Lebaran ini situasinya masih belum sempurna karena masih banyak penjual sayur yang belum kembali, jadinya sayuran atau lauk yang dicari belum ada.

Continue reading “Sekilas Cerita tentang Tempe Goreng hingga Asem-asem Tempe”

Antara Target Pekerjaan dan Menemani Anak Lanang

SETIAP HARI MEMBUAT TARGET PEKERJAAN, TAPI ANAK LANANG TETAP NOMOR SATU

Setiap malam, sebelum tidur atau pagi hariย  sebelum berjibaku pagi, saya menulis target pekerjaan yang akan dikerjakan hari ini. Jika saya tak buat target, semua pekerjaan pasti terbengkalai, kehilangan arah, dan jadilah kekacauan yang tak kasat mata. JADI TERPENUHI ATAU TIDAK RENCANA/TARGET TETAP HARUS DITULIS.

Kalau tidak, akan tergerus oleh pekerjaan domestik yang tidak ada hentinya DAN ANAK LANANG YANG MENARIK TANGAN SAYA MINTA DITEMANI BERMAIN.

Continue reading “Antara Target Pekerjaan dan Menemani Anak Lanang”

Model Belajar si Kakak, Model Belajar Anak Zaman Sekarang

Menjadi orangtua tidak ada sekolahnya. Saat anak-anak lahir, saat itulah orangtua “bersekolah” menjadi orangtua.

Dulu, saat saya masih kuliah di Kota Gudeg, saya selalu santai menghadapi waktu ujian atau tes semester.  Saya lihat teman-teman begitu sibuk buka-buka buku atau tanya sana sini.
Saya selalu santai menghadapi ujian, karena saya sudah persiapkan beberapa hari sebelumnya. Entah saya penganut cara belajar apa, pokoknya saat akan ujian saya ingin hadapi dengan tenang, tidak grusa-grusu. Hasilnya, saya lulus cepat kurang dari 4 tahun dan meninggalkan jauh sahabat-sahabat dekat saya di kampus.

Continue reading “Model Belajar si Kakak, Model Belajar Anak Zaman Sekarang”

Menulis Buku Aktivitas Anak Sambil “Jumpalitan” di Rumah

Penulisan sebuah buku, mulai dari ide hingga akhirnya menjadi buku, sangatlah panjang. Tidak ada proses instan untuk sebuah buku sesungguhnya, apa pun bukunya.

Beberapa bulan terakhir ini saya berjibaku dengan penulisan buku aktivitas anak. Kenapa tertarik menulis buku aktivitas anak? Karena berpeluang besar untuk DITERIMA penerbit, bisa menghasilkan uang, dan karena saya SUKA menulisnya.

Bagaimana proses awal menulis buku aktivitas anak?
Sama seperti menulis buku pada umumnya, proses awal dimulai dengan menemukan ide, mencari ide, atau mendapatkan “mandat ide”. Saya sebut “mandat ide” karena buku dipesan oleh penerbit sehingga ide buku sudah ada, dan saya sebagai menulis langsung bisa memulai meramu ide menjadi tulisan.

Setiap penulis punya cara masing-masing dalam “menangkap ide” untuk menulis. Bagi saya, sesuai pengalaman, ide menulis buku aktivitas bisa muncul dari penerbit (Editor). Sebagai contoh buku 100 Soal Aku Siap Masuk SD yang diterbitkan oleh Penerbit Elex Media Komputindo tahun 2018.

Ide buku ditawarkan pada sebuah pertemuan santai penulis buku anak dengan tim redaksi buku anak dari Penerbit Elex Media Komputindo. Ide buku saya sambut dengan baik dan saya eksekusi menjadi sebuah naskah.
Berapa lama proses ide sampai menjadi naskah dan diterbitkan? Lama sekali๐Ÿค” (akan ada bahasan khusus tentang berapa lama proses ide sampai naskah terbit).

Bagaimana proses penulisan buku aktivitas?
Penulisan sebuah buku, mulai dari ide hingga akhirnya menjadi buku, sangatlah panjang. Tidak ada proses instan untuk sebuah buku sesungguhnya, apa pun bukunya.
Karena yang saat ini saya tangani buku aktivitas TK, penjelasan saya cenderung lebih dekat pada proses buku penulisan buku aktivitas.
Jika dijabarkan tahapannya, proses berikut ini yang saya lewati ketika menulis sebuah buku aktivitas.

(1) Ide
Pencarian dan penemuan ide

๐Ÿ‘‡
(2) Membeli buku referensiยฒ
Sebelum mengeksekusi ide menjadi outline, ada baiknya membeli dan membaca buku yang berkaitan sebagai referensi.

๐Ÿ‘‡
(3) Mempelajari kurikulum
Jika yang ditulis adalah buku aktivitas untuk sekolah (paket TK/PAUD), harus mempelajari kurikulum.

๐Ÿ‘‡
(3) Membuat outline per halaman
Biasanya, outline saya tulis tangan di kertas. Mengapa? Karena outline saya tulis sambil “jumpalitan” sama dua bola. Menulis outline di kertas lebih fleksibel ketika dibarengi dengan sekolah daring si Kakak. Atau ketika dibarengi dengan menyuapi si Adek.

๐Ÿ‘‡
(4) Mulai menulis
Dengan panduan outline, saya mulai menulis naskah buku aktivitas. Ada hal berbeda antara menulis buku aktivitas dengan menulis buku cerita. Apa perbedaannya? Akan dibahas pada tulisan selanjutnya, sabar yaโ˜บ๏ธ

Menulis sambil “jumpalitan”
Menulis sambil “jumpalitan” di rumah bersama dua bola (bocah lanang) amat sangat saya rasakan sejak pertengahan tahun 2021. Kenapa saya sebut “jumpalitan”? Karena sambil menulis, saya harus berjibaku dengan pekerjaan domestik selaligus mengomandani dua bola bermain.
Walaupun dengan tertatih sambil jumpalitan, akhirnya buku aktivitas TK yang saya kerjakan bersama Tim Solusi Editing Buku hampir mendekati rampung.

Saat sedang menulis outline, si Adek akan bersemangat mengambil alih alat tulis yang saya gunakan. Tidak mungkin saya menolaknya. Pensil, bolpoin atau spidol pasti akan langsung berpindah ke tangannya. Di sini asyiknya “jumpalitan” menulis bersama dua bola di rumah.

Saya tidak tahu, apakah ibu-ibu yang berprofesi sebagai ibu penulis, mengalami hal yang sama, seperti saya? Jawaban bisa YA atau TIDAK. Yang pasti, saat ini saya menikmati hari-hari “jumpalitan” bersama kedua bola di sela-sela kesibukan menulis.

Akhirnya bisa membagikan tulisan ini. Jika bermanfaat, silakan diSHARE dan dapatnya bingkisan menarik. Caranya: share satu tulisan dari website ini di FB, lalu tag n mention Paskalina Askalin.

Kata buku Montessori Play and Learn:ย  Bermain itu Sangat Penting

Anak-anak saya, Kenan dan Krisan, bermain dengan ayah, di akhir pekan.

Untuk anak, bermain adalah aktivitas terpilih yang menyenangkan, sukarela, berguna, dan spontan. Sering juga bersifat kreatif, melibatkan diri dalam memecahkan masalah, mempelajari keterampilan sosial, bahasa dan fisik yang baru.ย Bermain sangat penting untuk anak-anak karena akan membantunya untuk belajar gagasan baru menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini bisa digunakan dalam beradaptasi secara sosial, mengatasi masalah emosional, terutama dalam permainan imajinatif seperti bermain dengan boneka-boneka yang berpura-pura menjadi ayah dan ibu. (hal 27-28, buku Montessori Play and Learn)

=========================

Sebagai orang tua dari dua anak usia dini saya setuju dan sepakat bahwa bermain itu sangat penting. Karena melalui bermain perkembangan kecerdasan dan motorik anak. Oleh karena itu, saya membebaskan anak-anak saya untuk bermain apapun, asalkan aktivitas permainan mereka tidak membahayakan dan tetap dalam pengawasan.

Continue reading “Kata buku Montessori Play and Learn:ย  Bermain itu Sangat Penting”