Hari ini, 1 Desember 2024, seluruh dunia memperingati Hari AIDS Sedunia. Peringatan Hari AIDS Sedunia ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat dunia tentang berbahayanya penyakit AIDS dan menjadikan masyarakat dunia lebih sadar serta mempunyai pengertian yang benar tentang AIDS.
Menurut informasi dari situs resmi tentang AIDS, UNaids, AIDS merupakan penyakit mematikan yang dapat ditularkan dari manusia satu ke manusia lainnya melalui kontak fisik seperti berhubungan intim. Pada tahun 2022, ada sekitar 630.000 orang meninggal karena penyakit terkait AIDS di seluruh dunia. Hari AIDS Sedunia mengingatkan masyarakat dan pemerintah bahwa HIV belum hilang dan belum ada obatnya. Begitu banyak yang perlu dilakukan dalam menanggulangi penyakit AIDS ini. Seperti peningkatan pendanaan untuk respons AIDS, peningkatan kesadaran akan dampak HIV terhadap kehidupan masyarakat, penghapusan stigma dan diskriminasi, serta peningkatan kualitas hidup orang yang hidup dengan HIV masih sangat diperlukan.
Tahun 2024 ini merupakan peringatan Hari AIDS Sedunia yang ke-37, dengan tema “Take the rights path: My health, my right” yang berarti “Mengambil jalan yang benar: Kesehatan saya, hak saya”.
Pita merah menjadi lambang HIV/AIDS. Apa artinya? Mengulik informasi dari UNaids, pada tahun 1988 di New York, para seniman, mendirikan kelompok bernama Visual AIDS sebagai respos atas dampak AIDS pada kelompok seniman. Lalu, pada tahun 1991, mereka berkumpul dan mulai mendesain simbol visual untuk penyakit AIDS.
Para seniman terinspirasi dari pita kuning untuk menghormati tentara Amerika Serikat yang bertugas di Perang Teluk. Kemudian mereka membuat logo berupa pita merah. Warna merah dipilih sesuai warna darah, yang menjadi tempat masuk dan berkembangnya virus HIV di tubuh. Pita merah ini juga membentuk lengkungan yang melambangkan jantung-hati atau cinta.
Inilah sedikit informasi tentang peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada hari ini, 1 Desember 2024.
Aktivitas mewarnai biasanya dikaitkan dengan aktivitas anak-anak PAUD. Padahal aktivitas mewarnai bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang dewasa.
Bagi orang dewasa, aktivitas mewarnai juga memiliki banyak manfaat. Berikut ini dua di antaranya, manfaat aktivitas mewarnai untuk orang dewasa.
Manfaat pertama adalah aktivitas mewarnai pada orang dewasa dapat mengurangi stres dan kecemasan. Aktivitas mewarnai ternyata dapat membantu mengalihkan perhatian dari pikiran negatif atau beban hidup, sehingga membantu menenangkan pikiran. Hal ini mirip dengan meditasi, karena pada saat kita fokus pada pola dan warna bisa membuat pikiran menjadi lebih rileks.
Manfaat kedua adalah aktivitas mewarnai pada orang dewasa dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus. Aktivitas mewarnai membutuhkan perhatian dan ketelitian, sehingga dapat melatih kemampuan fokus seseorang. Saat berkonsentrasi pada aktivitas mewarnai ini, otak juga dilatih untuk bekerja dengan lebih teliti dan hati-hati.
Bermain alfabet (huruf) tidak hanya dimainkan oleh anak-anak, lho. Orang dewasa pun bisa bermain alfabet. Bahkan menjadikan alfabet itu sebagai konten. Hal ini dilakukan oleh salah satu konten kreator yang sudah memiliki 22 juta subscriber, Yudist Ardhana, judul kontennya Berburu Makanan A-Z Sesuai Nama Restoran.
Ada banyak ide untuk bermain huruf bersama anak-anak. Semua ide itu disesuaikan dengan kondisi anak dan peralatan yang ada.
Mengajak anak untuk beraktivitas bermain dan belajar itu tidak mudah. Kadang hanya ada beberapa menit saja. Ketika ada waktu, dan kita harus gercep menyisipkan aktivitas yang berhubungan dengan huruf.
Supaya aktivitas bermain dan belajar bisa dilakukan, akan lebih baik jika orang tua atau guru pendamping menyiapkan semuanya terlebih dahulu apa yang ingin diberikan kepada anak.
Misalnya
– sediakan papan huruf,
– sediakan papan tulis kosong,
– sediakan lembar aktivitas (worksheet) yang berkaitan dengan huruf,
– sediakan kartu huruf,
– sediakan kertas hvs, kertas origami, gunting, lem, spidol, dan pensil warna atau krayon.
Pernahkah Anda sebagai orang tua mengajak anak bermain permainan tradisional engklek atau permainan tradisional lainnya?
Pernahkah Anda sebagai guru mengajak siswa bermain permainan tradisional engklek atau permainan tradisional lainnya?
Jika bukan orang tua yang mengenalkan, semoga guru mengenalkan permainan tradisional pada siswa-siswanya. Jika ternyata gurunya juga tidak mengenal, semoga anak tetangga yang mengenalkan. Lho, kenapa anak tetangga yang mengenalkan?
Sebagai tetangga, saya pernah mengajak anak tetangga ikut bermain engklek dengan anak saya.
Engklek adalah permainan tradisional yang pemainnya melompat-lompat di atas gambar pola tertentu. Istilah engklek berasal dari bahasa Jawa yang artinya berjalan dengan satu kaki. Di Jawa Barat engklek dikenal dengan sebutan sondah. Di daerah lain engklek mempunyai sebutan berbeda seperti teklek, sundamanda, lempeng, jlong-jling, dampu, pecle dan masih banyak lagi.
Pola gambar bermain engklek
Permainan tradisionalengklek disukai oleh anak-anak. Coba saja orang tua atau guru mengajak anak memainkan permainan engklek, pastilah anak tidak akan menolak. Aktivitas motorik seperti melompat dan berjingkat, memberikan kesenangan luar biasa buat anak.
Di banyak sekolah SD atau PAUD, pada halaman atau lapangannya tampak gambar pola untuk bermain engklek. Itu artinya sekolah peduli untuk melestarikan permainan tradisional. Harapannya, keberadaan gambar pola engklek itu tidak hanya sekadar gambar hiasan. Pihak sekolah dan semua orang yang ada di sekolah bisa memanfaatkannya dengan mengajak anak-anak untuk bermain engklek.
Anak-anak bermain engklek (Sumber gambar: https://regional.kompas.com/)
Di lingkungan tempat tinggal, permainan tradisional engklek juga bisa dilakukan. Saat anak-anak berkumpul bermain, bisa usulkan bermain engklek bersama. Gambar pola engklek bisa dibuat permanen menggunakan cat atau gambar sementara menggunakan kapur. Jika berupa tanah lapang, bisa digambar langsung di tanah.
Yuk, ajak anak-anak di sekitar kita bermain engklek atau permainan tradisional lainnya.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.