Tanpa Gawai, Bisakah?

Saya pernah baca sebuah quote yang berbunyi kira-kira seperti ini

“TIDAK APA-APA ANAK MEMBUAT RUMAH BERANTAKAN, DARIPADA OTAK ANAK YANG BERANTAKAN KARENA KESERINGAN PEGANG GAWAI”

Saya yakin semua sepakat, gawai bukan mainan untuk anak-anak, sedini mungkin penggunaan gawai pada anak-anak harus dibatasi. Kita harus mengembalikan kebiasaan anak pada kebiasaan normalnya anak-anak, bermain dan bermain, walau menjadikan rumah berantakan. Namun, saya tak ingin panjang lebar cerita tentang negatifnya gawai. Sebagai orangtua, saya paham banget, bukan sesuatu yang mudah menjauhkan anak kita dari gawai. Ketika kita melarang penggunaan gawai, orang-orang di sekitar pergaulan anak kita begitu lekat dengan gawai. Continue reading “Tanpa Gawai, Bisakah?”

Cara Kreatif Menghabiskan Waktu 3 Jam Mengantre di Bank Bersama  Anak Balita

Bagi orang tua pergi ke tempat umum dengan anak usia balita harus penuh kewaspadaan dan penuh energi plus penuh kesabaran. Anak balita mempunyai energi yang luar biasa. Di saat orang tua (orang dewasa) sudah kelelahan beraktivitas seharian, anak balita masih punya segudang energi yang tak habis-habis. Bahkan seharian berlarian sana ke mari pun, energinya masih penuh.

Saya termasuk orang tua yang mulai kewalahan dengan keaktifan anak saya, Kenan, yang luar biasa, apalagi jika pergi ke tempat umum. Misalnya pergi ke swalayan, Kenan akan berlarian ke sana ke mari, kadang terkendali, kadang tak terkendali. Yang saya khawatirkan adalah Kenan akan menabrak barang-barang yang ada atau menghalangi orang yang berbelanja. Banyak orang yang memaklumi kebiasaan anak-anak balita yang kadang sulit dikendalikan, namun tak sedikit juga yang memandang sinis ketika melihat ulah anak-anak yang aktif luar biasa.

Jika pergi ke tempat umum dalam waktu beberapa menit saja, tidaklah menjadi masalah, orang tua tak perlu waspada terus-menerus. Bagaimana jika pergi ke tempat umum dalam waktu yang cukup lama, karena harus mengantre?

Kemarin, saya dan suami pergi ke sebuah bank untuk mengurus sesuatu hal. Customer service hanya ada satu orang, sementara itu sudah banyak yang antre. Kami mendapat nomor 20 dan menunggu hingga tiga jam lebih baru bisa terlayani. Saya tidak mempersiapkan apa-apa untuk membuat Kenan duduk diam dengan tenang walaupun harus menunggu. Saya pikir tidak akan menunggu selama itu.
Continue reading “Cara Kreatif Menghabiskan Waktu 3 Jam Mengantre di Bank Bersama  Anak Balita”

Ibu di Rumah: Membacakan Buku untuk Anak (Batita, Balita)

“Ayo, masuk kamar. Mau dibacain buku apa?” Begitulah ajakan saya setiap malam ketika mau tidur. Bahkan ketika Kenan tidak mau tidur, rayuan membaca buku ini dan itu, bisa membuatnya menurut untuk masuk ke kamar.

Setiap malam, mulut saya harus siap membacakan paling sedikit 2 cerita atau dua buku bergambar. Nah, kebetulan beberapa hari ini, buku saya menjadi pilihan pertama untuk dibacakan. Saya senang sekali bisa memikat hati anak lanang melalui buku karya saya sendiri.

Continue reading “Ibu di Rumah: Membacakan Buku untuk Anak (Batita, Balita)”

Arisan Alfabet: Mengenal Huruf dengan Menyenangkan

Ide arisan alfabet sebenarnya sudah ada sejak pertengahan tahun 2018. Ketika itu anak saya, Kenan (3,5 tahun) ikut acara arisan ibu-ibu lingkungan. Belum lama sebelumnya, saya sudah membelikan Kenan magnet huruf.

Pulang dari arisan, tiba-tiba muncul ide di benak saya tentang arisan alfabet. Ide itu saya katakan pada Kenan, dan ternyata dia tertarik dengan ide itu. ARISAN ALFABET maksudnya adalah 26 huruf ditulis di kertas kecil lalu dilinting seperti kocokan arisan. Cara bermainnya adalah Kenan mengocok alfabet itu dan mengambil 1 lalu membuka kertas. Misalnya huruf yang tertulis M, maka Kenan akan mengambil magnet huruf M di papan. Lintingan alfabet dikocok lagi, huruf yang keluar akan dicari oleh Kenan. Begitu seterusnya, sampai Kenan mau berhenti bermain (paling lama bertahan 30 menit saja).
Continue reading “Arisan Alfabet: Mengenal Huruf dengan Menyenangkan”