Ada Cerita di Balik Quote (1)

Ketika kita membaca kalimat bijak, kalimat mutiara, kalimat nasihat, atau quote motivasi dari seorang tokoh terkenal, rasanya seakan mendapat suntikan semangat. Benar begitu, kan?

Misalkan quote J.K Rowling, penulis Harry Potter ini.

“Yang paling penting adalah membaca sebanyak mungkin, seperti yang saya lakukan. Membaca akan memberi Anda pemahaman tentang apa yang membuat tulisan baik dan itu akan memperbesar kosakata Anda.
– J.K Rowling –

“Saya adalah penulis paling bebas di dunia.”
– J.K Rowling –

Saat kita (penulis) membaca quote di atas, kita termotivasi atau setuju dengan isi kalimat dalam quote itu. Mungkin, jika yang membaca bukan penulis, quote itu terasa biasa saja.

Sebagai penulis, quote J.K Rowling tentang membaca sebanyak mungkin sangat bermakna buat saya. Seorang penulis memang harus banyak membaca. Saya sangat setuju dengan quote itu.

Seorang penulis harus banyak membaca. Tanpa membaca tulisannya akan jadi “kosong”.

Paskalina Askalin

Sebuah qoute, kalimat mutiara, kalimat motivasi, atau kalimat nasihat, pasti lahir dari suatu peristiwa yang dilihat, dirasa, atau dialami. Selanjutnya, quote itu menjadi kalimat yang kuat akan makna bagi si pembuat quote. Atau bisa juga quote itu sengaja dibuat oleh si pembuat untuk menasihati orang lain yang membacanya.

Baca juga: 15 Kalimat Mutiara yang Menggetarkan Hati Ibu

Keinginan saya setiap hari adalah menulis, tapi saya tidak bisa meninggalkan tanggung jawab dan rutinitas yang harus dilakukan. Jadi, ketika saya memutuskan untuk sejenak menghentikan semua rutinitas untuk menulis, seakan dunia di sekitar saya berhenti.

Dari peristiwa yang saya alami di atas, lahirlah kalimat ini: Saat aku menulis, dunia di sekitarku seakan berhenti. Hanya ada aku dan kata-kata.

Saat aku menulis, dunia di sekitarku seakan berhenti. Hanya ada aku dan kata-kata.

Paskalina Askalin

Bagi saya, quote yang saya tulis adalah kalimat nasihat sekaligus kekuatan. Sebagai seorang ibu tanpa asisten rumah tangga, semuanya dikerjakan sendiri, dan selalu saja ada rutinitas rumah yang harus dikerjakan, menyisihkan waktu untuk menulis itu sangat sulit. Ketika ada keinginan dan ada target menulis yang harus diselesaikan, terpaksa saya harus menghentikan rutinitas dan terpaku pada laptop.

Jadilah quote: Saat aku menulis, dunia di sekitarku seakan berhenti. Hanya ada aku dan kata-kata.

Jadi apa quote-mu hari ini?

Lima Jam Antre di Rumah Sakit Bersama Anak Batita, Bagaimana Persiapannya?

Akhir-akhir ini saya sering mengajak si adek antre di rumah sakit. Jika saya pergi sendiri, saya tidak akan lupa membawa  sebuah buku bacaan untuk mengisi waktu nunggu antrian. Karena saya pergi bersama anak lanang (2,7 tahun) ada banyak persiapan yang harus dilakukan dan ada banyak barang yang harus saya bawa.

Membawa Bekal Makan Siang

Meskipun di rumah sakit ada swalayan saya tetap membawa bekal makan siang dan juga makanan. Sudah beberapa kali ke rumah sakit tetap saja situasi yang akan dialami bisa berbeda.

Continue reading “Lima Jam Antre di Rumah Sakit Bersama Anak Batita, Bagaimana Persiapannya?”

Sebuah Catatan: Akhirnya Bisa Ketemu dengan Dokter Bedah Umum Rumah Sakit Sari Asih (1)

Doa utama hari ini adalah Tuhan berikan cuaca yang baik untuk hari ini karena saya harus bolak-balik ke rumah salit hari ini. Luar biasa Tuhan mendengarkan doa saya. Cuaca hari ini sungguh baik hati. Terima kasih Tuhan.

Hari ini, Jumat, 14 Oktober 2022, sudah direncanakan untuk bertemu dengan dokter bedah umum rumah sakit sari asih. Jika ingat beberapa hari ke belakang, sudah terlalu banyak lelah yang dilalui, baik lelah hati maupun raga.

Baca juga: Rumah Sakit Sari Asih Sedang Perbaikan dan Maintenance System, Harap Dimaklum

Pukul sekitar pukul 8.30 ojek online sudah dipesan beberapa menit lagi tiba. Sekitar pukul 9 saya sampai di rumah sakit Sari Asih. Situasi sudah ramai dan pastinya antrean di loket registrasi juga sudah padat. 

Saya mengambil nomor antrean di mesin antrean, benar saja, saya mendapat nomor antrian 134 dan baru berjalan sampai nomor 50 (kalau tidak salah). Masih ada tempat duduk kosong di belakang, segera saya menghampiri tempat duduk itu bersama anak lanang.

Nomor antrean D134

Satu jam berlalu, nomor antrean masih jauh menuju nomor 134. Bagi saya tidak masalah mengantre karena itu sudah pasti terjadi. Saya sudah mempersiapkan kemungkinan mengantre lama. Saya mengantre bersama anak lanang. Segala kebutuhannya harus saya siapkan supaya anak lanang bisa anteng dan duduk manis. 

Karena tadi anak lanang belum makan nasi jadi saya buka bekal. Saya tawarkan makan dan dia langsung makan dengan teman lauk seadanya. Anggap saja berada di rumah sendiri ya Dek.  😆

Antrean masih panjang, kanan-kiri, depan-belakang, orangtua-muda, dan anak-anak sedang mengantre juga. Saya dan anak lanang sibuk dengan makan bekal. Anak lanang makan dengan lahap hingga habis bekalnya. 

Continue reading “Sebuah Catatan: Akhirnya Bisa Ketemu dengan Dokter Bedah Umum Rumah Sakit Sari Asih (1)”

Catatan Bulan April: Akhirnya Selesai Juga Paket Seri Anak Hebat Tematik TK B

Seharusnya tulisan ini diunggah awal bulan Mei 2022☺️. Tak apalah diunggah hari ini karena masih di bulan Mei. Tulisan ini sebagai catatan pengingat, jika ada hasil dan kegagalan di bulan April.

Setiap kali memasuki bulan baru selalu membuat saya bertanya-tanya pada diri sendiri. Bulan kemarin sudah mengerjakan apa? Bulan kemarin hasilnya apa? Berapa tulisan yang diunggah bulan kemarin? Bulan kemarin sudah membaca buku apa?

Continue reading “Catatan Bulan April: Akhirnya Selesai Juga Paket Seri Anak Hebat Tematik TK B”

Cara Kreatif Menghabiskan Waktu 3 Jam Mengantre di Bank Bersama  Anak Balita

Bagi orang tua pergi ke tempat umum dengan anak usia balita harus penuh kewaspadaan dan penuh energi plus penuh kesabaran. Anak balita mempunyai energi yang luar biasa. Di saat orang tua (orang dewasa) sudah kelelahan beraktivitas seharian, anak balita masih punya segudang energi yang tak habis-habis. Bahkan seharian berlarian sana ke mari pun, energinya masih penuh.

Saya termasuk orang tua yang mulai kewalahan dengan keaktifan anak saya, Kenan, yang luar biasa, apalagi jika pergi ke tempat umum. Misalnya pergi ke swalayan, Kenan akan berlarian ke sana ke mari, kadang terkendali, kadang tak terkendali. Yang saya khawatirkan adalah Kenan akan menabrak barang-barang yang ada atau menghalangi orang yang berbelanja. Banyak orang yang memaklumi kebiasaan anak-anak balita yang kadang sulit dikendalikan, namun tak sedikit juga yang memandang sinis ketika melihat ulah anak-anak yang aktif luar biasa.

Jika pergi ke tempat umum dalam waktu beberapa menit saja, tidaklah menjadi masalah, orang tua tak perlu waspada terus-menerus. Bagaimana jika pergi ke tempat umum dalam waktu yang cukup lama, karena harus mengantre?

Kemarin, saya dan suami pergi ke sebuah bank untuk mengurus sesuatu hal. Customer service hanya ada satu orang, sementara itu sudah banyak yang antre. Kami mendapat nomor 20 dan menunggu hingga tiga jam lebih baru bisa terlayani. Saya tidak mempersiapkan apa-apa untuk membuat Kenan duduk diam dengan tenang walaupun harus menunggu. Saya pikir tidak akan menunggu selama itu.
Continue reading “Cara Kreatif Menghabiskan Waktu 3 Jam Mengantre di Bank Bersama  Anak Balita”