Menjadi orangtua tidak ada sekolahnya. Saat anak-anak lahir, saat itulah orangtua “bersekolah” menjadi orangtua.
Dulu, saat saya masih kuliah di Kota Gudeg, saya selalu santai menghadapi waktu ujian atau tes semester. Saya lihat teman-teman begitu sibuk buka-buka buku atau tanya sana sini. Saya selalu santai menghadapi ujian, karena saya sudah persiapkan beberapa hari sebelumnya. Entah saya penganut cara belajar apa, pokoknya saat akan ujian saya ingin hadapi dengan tenang, tidak grusa-grusu. Hasilnya, saya lulus cepat kurang dari 4 tahun dan meninggalkan jauh sahabat-sahabat dekat saya di kampus.
Bulan November 2021 saya (bersama Solusi Editing Buku) menandatangani kontrak perjanjian pembuatan buku aktivitas TK yang berjumlah 9 buku (akan bertambah) dengan sebuah penerbit dari Pulau Sumatra. Kontrak ini adalah kontrak eksklusif yang didapatkan Solusi Editing Buku di akhir tahun 2021.
Tahun 2022 Solusi Editing Buku mempunyai harapan besar akan terus berkontribusi untuk pendidikan anak Indonesia melalui buku. Solusi Editing Buku juga mempunyai harapan dan rencana besar untuk bisa bekerja sama dengan banyak pihak.
Tak kenal maka tak sayang, pasti sudah sering mendengar perumpamaan ini. Siapa Solusi Editing Buku itu? Apa yang dikerjakan Solusi Editing Buku? Supaya lebih kenal dan jadi sayang, baca terus ya ๐๐
Penulisan sebuah buku, mulai dari ide hingga akhirnya menjadi buku, sangatlah panjang. Tidak ada proses instan untuk sebuah buku sesungguhnya, apa pun bukunya.
Beberapa bulan terakhir ini saya berjibaku dengan penulisan buku aktivitas anak. Kenapa tertarik menulis buku aktivitas anak? Karena berpeluang besar untuk DITERIMA penerbit, bisa menghasilkan uang, dan karena saya SUKA menulisnya.
Bagaimana proses awal menulis buku aktivitas anak? Sama seperti menulis buku pada umumnya, proses awal dimulai dengan menemukan ide, mencari ide, atau mendapatkan “mandat ide”. Saya sebut “mandat ide” karena buku dipesan oleh penerbit sehingga ide buku sudah ada, dan saya sebagai menulis langsung bisa memulai meramu ide menjadi tulisan.
Setiap penulis punya cara masing-masing dalam “menangkap ide” untuk menulis. Bagi saya, sesuai pengalaman, ide menulis buku aktivitas bisa muncul dari penerbit (Editor). Sebagai contoh buku 100 Soal Aku Siap Masuk SD yang diterbitkan oleh Penerbit Elex Media Komputindo tahun 2018.
Ide buku ditawarkan pada sebuah pertemuan santai penulis buku anak dengan tim redaksi buku anak dari Penerbit Elex Media Komputindo. Ide buku saya sambut dengan baik dan saya eksekusi menjadi sebuah naskah. Berapa lama proses ide sampai menjadi naskah dan diterbitkan? Lama sekali๐ค (akan ada bahasan khusus tentang berapa lama proses ide sampai naskah terbit).
Bagaimana proses penulisan buku aktivitas? Penulisan sebuah buku, mulai dari ide hingga akhirnya menjadi buku, sangatlah panjang. Tidak ada proses instan untuk sebuah buku sesungguhnya, apa pun bukunya. Karena yang saat ini saya tangani buku aktivitas TK, penjelasan saya cenderung lebih dekat pada proses buku penulisan buku aktivitas. Jika dijabarkan tahapannya, proses berikut ini yang saya lewati ketika menulis sebuah buku aktivitas.
(1) Ide Pencarian dan penemuan ide
๐ (2) Membeli buku referensiยฒ Sebelum mengeksekusi ide menjadi outline, ada baiknya membeli dan membaca buku yang berkaitan sebagai referensi.
๐ (3) Mempelajari kurikulum Jika yang ditulis adalah buku aktivitas untuk sekolah (paket TK/PAUD), harus mempelajari kurikulum.
๐ (3) Membuat outline per halaman Biasanya, outline saya tulis tangan di kertas. Mengapa? Karena outline saya tulis sambil “jumpalitan” sama dua bola. Menulis outline di kertas lebih fleksibel ketika dibarengi dengan sekolah daring si Kakak. Atau ketika dibarengi dengan menyuapi si Adek.
Saat si Kakak sekolah daring, saya menulis outline buku aktivitas
๐ (4) Mulai menulis Dengan panduan outline, saya mulai menulis naskah buku aktivitas. Ada hal berbeda antara menulis buku aktivitas dengan menulis buku cerita. Apa perbedaannya? Akan dibahas pada tulisan selanjutnya, sabar yaโบ๏ธ
Menulis sambil “jumpalitan” Menulis sambil “jumpalitan” di rumah bersama dua bola (bocah lanang) amat sangat saya rasakan sejak pertengahan tahun 2021. Kenapa saya sebut “jumpalitan”? Karena sambil menulis, saya harus berjibaku dengan pekerjaan domestik selaligus mengomandani dua bola bermain. Walaupun dengan tertatih sambil jumpalitan, akhirnya buku aktivitas TK yang saya kerjakan bersama Tim Solusi Editing Buku hampir mendekati rampung.
Saat sedang menulis outline, si Adek akan bersemangat mengambil alih alat tulis yang saya gunakan. Tidak mungkin saya menolaknya. Pensil, bolpoin atau spidol pasti akan langsung berpindah ke tangannya. Di sini asyiknya “jumpalitan” menulis bersama dua bola di rumah.
Saya tidak tahu, apakah ibu-ibu yang berprofesi sebagai ibu penulis, mengalami hal yang sama, seperti saya? Jawaban bisa YA atau TIDAK. Yang pasti, saat ini saya menikmati hari-hari “jumpalitan” bersama kedua bola di sela-sela kesibukan menulis.
Akhirnya bisa membagikan tulisan ini. Jika bermanfaat, silakan diSHARE dan dapatnya bingkisan menarik. Caranya: share satu tulisan dari website ini di FB, lalu tag n mention Paskalina Askalin.
Saat seseorang selesai menonton film atau membaca novel, pasti ada pesan dan kesan yang tertinggal di hati. Walau hanya berupa ungkapan, “Halah cuma begitu aja ceritanya.” Ungkapan itu pun sebuah pesan dan kesan kita pada apa yang ditonton. Pesan yang diterima setiap orang yang menonton sebuah film, ada yang sama, banyak pula yang berbeda. Bahkan pesan sang sutradara untuk sebuah film garapannya bisa jadi berbeda dengan pesan yang diterima oleh penontonnya.
Malam ini saya menonton sebuah film di Transtv yang berjudul READY PLAYER ONE. Bukan film baru dan film ini juga pernah tayang bulan Desember 2021 (kalau tidak salah ingat). Ketika tayang bulan Desember saya tidak berminat menontonnya, karena terlalu fantasi.
Malam ini saya mencoba menikmati dan memahami film READY PLAYER ONE. Hingga akhirnya saya menemukan suatu pesan mendalam usai menonton film ini.
Anak-anak saya, Kenan dan Krisan, bermain dengan ayah, di akhir pekan.
Untuk anak, bermain adalah aktivitas terpilih yang menyenangkan, sukarela, berguna, dan spontan. Sering juga bersifat kreatif, melibatkan diri dalam memecahkan masalah, mempelajari keterampilan sosial, bahasa dan fisik yang baru.ย Bermain sangat penting untuk anak-anak karena akan membantunya untuk belajar gagasan baru menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini bisa digunakan dalam beradaptasi secara sosial, mengatasi masalah emosional, terutama dalam permainan imajinatif seperti bermain dengan boneka-boneka yang berpura-pura menjadi ayah dan ibu. (hal 27-28, buku Montessori Play and Learn)
=========================
Sebagai orang tua dari dua anak usia dini saya setuju dan sepakat bahwa bermain itu sangat penting. Karena melalui bermain perkembangan kecerdasan dan motorik anak. Oleh karena itu, saya membebaskan anak-anak saya untuk bermain apapun, asalkan aktivitas permainan mereka tidak membahayakan dan tetap dalam pengawasan.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.