Berbuat Baik: Meminjamkan

#day4 #meminjamkan #menggambarbersama #berbuatbaik2023 #drawingjune #tantanganmenggambar #drawingchallenge

Saya menggambar KERANJANG untuk tema #meminjamkan, karena saya ingat salah satu ide cerita seri buku cerita anak yang dibuat KPK. Kalau tidak salah ingat (tak sempat bongkar rak), tokohnya si Kelinci.

Kelinci mau panen wortel dan membutuhkan keranjang. Kelinci meminjam keranjang pada teman-teman, tetapi tidak mau meminjamkan. Kelinci sebenarnya merasa heran kenapa teman-temannya tidak mau meminjamkan keranjang. Akhirnya kelinci tahu alasan teman-temannya tidak mau meminjamkan keranjang. Kelinci lupa mengembalikan barang-barang milik temannya yang dipinjam. Kelinci mengembalikan barang-barang milik temannya dan meminta maaf karena lupa mengembalikan barang yang dipinjam. Teman-teman kelinci pun akhirnya mau meminjamkan keranjang pada kelinci.

Kisah kelinci adalah cerita untuk anak, sekaligus bisa buat orang dewasa juga. Kadang kala, kita bisa menjadi seperti teman-teman kelinci atau justru menjadi seperti kelinci.

Bagi saya, namanya meminjam berarti harus dikembalikan. Sering juga saya alami, meminjamkan barang pada orang lain, tapi harus mengambil barang yang dipinjam itu, karena saya mau menggunakan dan yang pinjam tidak segera mengembalikan.

Perihal pinjam-meminjamkan, kembali pada niat kita saja. Niat kita berbuat baik, meminjamkan barang pada orang lain. Saat orang yang pinjam itu tidak segera mengembalikan bahkan lupa kalau pinjam, di luar kemampuan kita. Mungkin ke depannya, saat orang itu meminjam, catat di kalender, supaya kita tidak lupa mengingatkan untuk mengembalikan. ๐Ÿ˜Š

#paskalinaaskalin #menggambarsetiaphari #menggambarmenggembirakanhati #drawing #simpledrawing #menuliscerita #menulissetiaphari #ayomenulisbersamaku #menulismenggambar

Siap Masuk SD: Siapkah Anak Menghadapi Mata Pelajaran di SD?

#ceritaibu #ibudirumah #siapmasuksd

Tidak terasa berapa hari lagi memasuki bulan Juni. Itu artinya tahun ajaran untuk tahun ajaran 2022/2023 akan segera berakhir. Tidak terasa, si kakak yang duduk di kelas 2 akan segera naik ke kelas 3.

Tahun ajaran baru segera dimulai, juga ditandai dengan informasi pembukaan pemesanan buku untuk kelas 3 dari panitia buku di sekolah si Kakak.

Omong-omong tentang buku pelajaran, saya amat-amati di kelas 2, mata pelajaran yang dihadapi si Kakak cukup berat menurut saya. Ketika saya mesti menemaninya belajar penilaian, saya harus turut belajar juga.๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ต

Buku SIAP MASUK SD SIAP HADAPI TEMATIK

Apalagi kalau dulu melihat perpindahan si Kakak dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar, kalau tidak dipersiapkan terlebih dahulu, si Kakak bisa tertinggal jauh.

Buku PAKET TEMATIK SDย 

Mata pelajaran yang dihadapi anak di sekolah dasar cukup banyak. Jika anak tidak dipersiapkan sejak di duduk di taman kanak-kanak, anak akan terkejut ketika menghadapi mata pelajaran di sekolah dasar tentunya amat berbeda dengan pelajaran di TK.

Oleh karena itu, anak-anak yang mau masuk SD harus benar-benar dipersiapkan dan juga diperkenalkan mata pelajaran apa saja yang akan dihadapinya di sekolah dasar.

Sesuai pengalaman saat si Kakak mau masuk SD, saya sudah mulai mengenalkan si Kakak pada salah satu mata pelajaran yang akan dihadapinya di sekolah dasar. Saya mengajak si Kakak membaca buku Tematik SD kelas 1.

Buku PAKET TEMATIK SD ERLANGGA

 

Dua tahun lalu, ketika si Kakak membaca buku Tematik SD Kelas 1 untuk persiapan masuk SD.

Buku PAKET TEMATIK SD ERLANGGA

BUKU PERSIAPAN MASUK SD

250 SOAL JADI MASUK SD

Latihan Soal Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 2 SD

Ketika guru kelasnya atau wali kelasnya memberikan jadwal penilaian, yang pusing dan degdegan bukan anaknya tapi ibunya alias saya. Saya belum tahu apakah ibu-ibu lain merasakan hal yang sama, merasa deg-degan ketika anaknya belum belajar untuk penilaian besok. Meskipun besok ada penilaian, Kakak santai-santai aja.๐Ÿ™„

Dan pada akhirnya sayalah yang harus bergerak mempersiapkan penilaiannya supaya dia bisa mengerjakan soal-soal. Biasanya, kalau  sudah mepet waktu tidur, Kakak baru memikirkan penilaiannya besok.๐Ÿ˜š

Sebelum libur Lebaran, Kakak ada penilaian mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan. Gurunya hanya memberikan informasi halaman-halaman buku Tematik 2F untuk dipelajari. Sulit sekali meminta Kakak untuk baca materi-materi bahan penilaian. Biasanya gurunya memberikan materi review berupa soal pilihan ganda dan essay. Pada penilaian kali ini tidak ada review materi berupa soal.

Akhirnya untuk membantu Kakak belajar penilaian Pendidikan Kewarganegaraan ini saya buat latihan soal pilihan ganda dan essay. Selain membantu Kakak belajar, latihan soal ini saya tawarkan dan saya unggah di TipTip.

Baca juga: Mengenal TipTip Lebih Dekat

Dengan diunggah di TipTip semoga ada orangtua yang terbantu juga saat menemani anaknya belajar untuk persiapan penilaian.

Latihan Soal Pendidikan Kewarganegaraan

Lima Aktivitas yang Dapat Mengatasi Keterlambatan Bicara pada Anak

Satu hal yang saya patut syukuri sebagai catatan tahun 2022 adalah anak kedua saya akhirnya bisa berbicara. Di usianya yang kedua tahun di bulan Maret 2022, orang mengatakan si Adek tidak bisa bicara. Tapi kini, di penghujung tahun 2022, si Adek sudah bisa berbicara lumayan lancar. Setiap hari selalu ada perkembangan.

Semuanya terjadi tanpa perlu pergi ke dokter dan tanpa perlu ikut kelas terapi bicara. Apa yang saya lakukan untuk membantu si Adek?

Sebagai rasa syukur saya, saya bagikan apa yang saya lakukan melalui tulisan pertama tahun 2023.

Setelah menyadari ada sedikit ketidakberesan pada kemampuan berbicara si Adek, saya membaca banyak artikel tentang keterlambatan bicara dan cara mengatasinya. Dari beragam informasi yang saya baca, beragam aktivitas sudah saya lakukan pada si Adek dapat merangsangnya lancar berbicara.
Aktivitas itu di antaranya:

Dibacakan buku sebelum tidur.
  1. Dibacakan Buku Setiap Hari
    Setiap malam atau siang, sebelum tidur, saya membacakan buku untuk si Adek. Karena sering dibacakan buku, si Adek jadi ketagihan dibacakan buku. Saat menjelang tidur, si Adek yang sudah memilih buku yang ingin dibacakan. Semakin banyak buku yang dibaca semakin banyak kosakata yang didengarnya.
  2. Menyanyikan lagu-lagu anak, saat menjelang tidur.
    Lagu yang didengarkan terus-menerus menambah bank kosa kata anak. Walaupun si Adek belum bisa mengutarakan kata yang didengarnya, bukanlah masalah. Saya yakin jika saatnya tiba, si Adek bisa menyanyi sendiri. Saat itu pun akhirnya tiba, sekarang si Adek sudah bisa mengikuti lagu yang didengarnya. Beberapa hari ini lagu Tayo si Bus Kecil menjadi lagu kesukaan si Adek. Sekitar tiga bulan belakangan ini, si Adek sudah bisa mengikuti lagu anak “Cicak” dan “Balonku”.
  3. Mendampingi anak saat asyik nonton Gawai.
    Seketat apapun orangtua melarang anak memakai gawai, tetap saja akan kalah. Orangtua melarang, tapi lingkungan sekitar membiarkan. Pada akhirnya yang bisa dilakukan adalah mendampingi anak saat dia menonton video YouTube. Si Adek pun suka menonton video di YouTube. Yang akhirnya saya lakukan adalah memanfaatkan apa yang ditonton untuk menambah pengetahuan si Adek. Melalui video kartun anak, saya ajak si Adek menyebutkan warna-warna mobil, menyebutkan jenis mobil, dan apapun yang bisa dikomunikasikan pada si Adek. Melalui aktivitas itu si Adek kini sudah mengetahui jenis warna dan jenis mobil, serta pengetahuan lainnya. Si Adek sudah bisa menyebut nama warna dengan benar.
  4. Selalu Mengajak Anak Berbicara.
    Di mana pun dan kapan pun, selalu ajak anak berbicara seakan dia bisa berbicara. Misalnya, saat mandi, secara berulang-ulang tekankan kata MANDI. “Adek sekarang sedang apa ya? Man-di. Adek MANDI sama Mama. Saat MANDI jangan lupa gosok GIGI. Adek sudah gosok GIGI belum?” Itu selalu saya lakukan pada si Adek hingga dia bisa mengucapkan kata mandi. Saat saya di dapur, saya ajak bicara tentang nama sayuran, bumbu, dan buah.
  5. Bermain dengan Anak Seusianya.
    Saat anak bermain dengan anak-anak seusianya, anak mendengar banyak kata dari ucapan temannya. Saya mengamati langsung saat si Adek bermain dengan anak tetangga, dia mencoba untuk meniru kata-kata yang didengar. Tentunya hal itu membantu melancarkan bicaranya. Tapi, perlu diperhatikan kata-kata apa yang ditiru oleh anak. Karena tidak semua yang didengarnya “kata baik”.

Lima hal yang

Baca juga: Catatan Ibu di Rumah: Anakku Sudah Bisa Bicara Lancar

Catatan Ibu di Rumah: Anakku Sudah Bisa Bicara Lancar

#catatanakhirtahun2022 #ibudirumah #paskalinaaskalin

Bulan Maret 2022, si Adek berusia dua tahun. Di usianya yang kedua giginya sudah tumbuh dengan sempurna. Berat badan sesuai dengan usianya. Tapi, bicaranya belum lancar. Si adek bisa memanggil “ayah”, tapi semua orang dipanggil ayah. Apa yang terjadi?

Sebagai Ibu tidak rela rasanya ketika anak disebut tidak bisa bicara. Saya selalu meralat omongan siapa pun yang bilang kalau si Adek tidak bisa bicara lancar. Dengan tegas pasti saya bilang, “Adek bukan TIDAK BISA bicara, tapi BELUM bisa.

Jujur, sebenarnya hati saya bergetar, bertanya-tanya, ada apa dengan si Adek. Saya baca-baca artikel tentang speech delay dan bagaimana mengatasinya. Saya sempat mengutarakan pada si Ayah, apakah perlu konsultasi ke dokter di klinik tumbuh kembang anak?

Waktu terus berjalan, wacana untuk pergi ke dokter saya lupakan. Karena kesulitan mencari waktu untuk pergi ke dokter, saya yakin, perlahan tapi pasti, si Adek akan bisa bicara lancar.
Puji Tuhan, saya sungguh  bersyukur, keyakinan saya benar, si Adek kini sudah bisa berbicara. Memang belum lancar berbicara, tetapi sudah bisa mengungkapkan apa yang dilakukannya. Misalnya kemarin, si Adek menghabiskan kopi milik saya. Si Adek berkata, “Mamah, kopi mamah habis.”

Si Adek sudah bisa  bilang, terima kasih Mamah, terima kasih Ayah, tolong isi botolnya, dan sebagainya. Saya bersyukur untuk setiap perkembangan kemampuan bicara yang terjadi pada si Adek.

Setiap saat, setiap detik menit jam, saya bersama si Adek terus-menerus. Dalam hati dan pikiran saya mencatat banyak kata yang akhirnya terucap dari bibir si Adek. Saya sering menangis menatap si Adek saat tidur. Saya sering menangis haru dalam hati, karena akhirnya bisa merangkai kalimat. Puji Tuhan, saya sangat bersyukur karena tak perlu ada dokter atau terapis untuk membantu si Adek berbicara lancar.

Si Adek menyukai buku dan suka mewarnai.

Tahun 2023 akan segera datang, saya harus terus memberikan rangsangan beragam aktivitas buat si Adek. Sehingga bicaranya menjadi lebih lancar lagi. Terima kasih Tuhan atas semua perkembangan baik pada tumbuh kembang si Adek.

Baca juga: Lima Aktivitas yang Mengatasi Keterlambatan Bicara