Menulis Puisi Berbagai Tema untuk Anak SD

“Bunda, Ken punya PRย  menulis puisi, temanya makanan dan minuman. Susah, bantu buat ya, Bun,” kata seorang anak pada ibunya. Sang Bunda hanya mengangguk mendengar permintaan Ken. Menulis puisi bukan keahliannya, tapi sebagai Bunda harus serba bisa, termasuk menulis puisi berbagai tema.

Apa yang bisa dilakukan oleh Sang Bunda?

Ilustrasi cerita di atas bisa terjadi pada Bunda di mana pun. Semua Bunda adalah pahlawan untuknya. Semua Bunda adalah penolong untuk anaknya. Bunda harus serba bisa. Nah, kalau urusan menulis puisi, Bunda bisa mengandalkan ebook yang satu ini

EBOOK PINTAR MENULIS PUISI PANDUAN MENULIS UNTUK ANAK

Menulis puisi itu tidak hanya untuk tugas sekolah, ditempel di mading, atau dikirim ke majalah anak. Kta bisa menggunakan puisi untuk mengungkapkan ucapan untuk sahabat, mengungkapkan kasih sayang, mengungkapkan rasa suka pada makanan, dan sebagainya. Dari banyaknya tujuan pembuatan puisi itu, munculkan berbagai tema puisi itu.

Macam-macam tema puisi: tema Indonesia, tema guru, tema ibu, tema tempat umum, tema cuaca , dan masih banyak tema lainnya.

Di EBOOK PINTAR MENULIS PUISI PANDUAN MENULIS UNTUK ANAK dibahas tentang berbagai macam tema puisi. Jadi, anak/orangtua/guru dapat menjadikan buku ini sebagai pedoam pembuatan puisi.

EBOOK PINTAR MENULIS PUISI GRATIS

EBOOK PINTAR MENULIS PUISI PANDUAN MENULIS UNTUK ANAK

Ibu Penulis: Antara Keinginan dan Realita

Bangun tidur inginnya buka laptop, menulis. Lalu beranjak dan pergi ke dapur, menyeduh kopi krimer untuk menemami pagi menulis.
Mimpi mimpi mimpi… Itu hanya mimpi…

Yang terjadi, realitanya adalah bangun tidur lalu seluncuran alias setrika baju hehehe. Ini faktanya.

Begitu banyak keinginan “ibu penulis”, tetapi faktanya keinginan itu tergerus oleh tugas mulia seorang ibu di rumah, cieee โ˜บ๏ธ

Ibu di rumah harus memastikan semua hal yang berkaitan dengan rumah harus baik, lancar, dan aman. Bahkan ketika terjadi masalah harus bisa mengatasinya dengan cepat.

Ibu di rumah harus memastikan:
๐Ÿ“Œ Semua anggota keluarga makan dengan baik, terjamin, dan tepat waktu.
๐Ÿ“Œ Semua kebutuhan anggota keluarga terpenuhi, walau dengan segala keterbatasan yang ada.
๐Ÿ“Œ Baju-baju semua anggota keluarga dicuci dan disetrika dengan baik.
๐Ÿ“Œ Semua aktivitas di dapur, dapat diselesaikan dengan baik, dan masih banyak lagi.

Keinginan dan realita akan terus berselisih, tetapi tetap berusaha untuk didamaikan alias saya harus berdamai dengan keadaan. Ibu di rumah atau ibu penulis harus tetap berkarya sebagai pengobat resah dan lelah. Ibu penulis harus tetap semangat berkarya walaupun dipandang tak seberapa.

Sambil jungkir jumpalitan, karya ibu penulis bisa dilihat di sini๐Ÿ‘‡

Ebook Anak, Rilis bulan Maret 2023

Buku Latihan Soal Persiapan Masuk SD

Buku Aktivitas 10 in 1 untuk PAUD

#ibupenulis #diaryibupenulis #ibumenulis

Aktivitas Anak PAUD di Rumah: Menempel Origami, Mengelompokkan Warna, Mengidentifikasi Bentuk, Menghitung

Mengajak anak usia PAUD beraktivitas sesuai keinginan kita tidaklah semudah membalikkan telapak. Persiapan sudah dilakukan sedemikian rupa, namun anaknya tidak mau melakukan aktivitas itu.

Dari sekian banyak aktivitas yang saya rencanakan untuk anak lanang (@krisanutama), dua video di bawah ini termasuk berhasil mengajak anak lanang beraktivitas. Bahkan, hasilnya melebihi tujuan aktivitas yang saya rencanakan.

Misalnya pada aktivitas menempel origami sesuai warna dan mengidentifikasi bentuk (video 1). Tujuan saya mengajak anak lanang beraktivitas ini adalah

  1. Mengasah kemampuan motorik melalui aktivitas menempel
  2. Mengenal warna
  3. mengenal bentuk lingkarang, segitiga, dan persegi

Saat aktivitas berlangsung anak lanang menambah sendiri aktivitas berhitung. Setelah anak lanang menempel origami, dia menghitungnya. Saya merasa terkejut sekaligus bangga dengan kemampuan anak lanang. Setiap hari selalu ada kejutan-kejutan kemampuannya yang luar biasa, walau hanya belajar di rumah.

Video 1:ย Menempel Origami Sesuai Warna dan Mengidentifikasi Bentuk

Video 2: Menempel Origami dan Mengidentifikasi Warna

Aktivitas bersamaย  anak di rumah bisa dilakukan kapan saja, baik direncanakan maupun tidak direncanakan. Yang pasti, selalu temani anak bermain, karena dunia mereka adalah bermain. Setiap aktivitas bermainnya adalah masa belajarnya. #ibudirumah #paskalinaaskalin #paskalinawriter #aktivitasdirumah #aktivitasanakpaud

 

Buku Aktivitas Anak Melatih Kecerdasan dan Berbagai Kemampuan di Usia Emasnya

Buku Soal Persiapan Masuk SD

Sudah Punya Buku Persiapan Masuk SD yang Berjudul 250 Soal Jadi Anak SD?

Sudah bisa membaca dan berhitung saja tidak cukup untuk mempersiapkan anak masuk SD. Ada banyak tantangan materi dan soal yang baru dijumpai anak di sekolah dasar. Buku 250 Soal Jadi Anak SD adalah buku soal terlengkap yang akan membantu anak mempersiapkan diri masuk sekolah dasar.

Buku 250 Soal Jadi Anak SD lengkap soalnya, banyak variasi soalnya. Berikut ini keunggulan buku 250 : ๐Ÿ‘๐Ÿ‘‡

๐Ÿ’™ Dalam buku 250 Soal Jadi Anak SD tidak hanya ada 250 soal, lho, melainkan ada 375 soal (250 soal + 125 soal).
๐Ÿ’™ Bentuk soal dalam buku 250 Soal Jadi Anak SD bervariasi sehingga dapat melatih anak siap menghadapi variasi soal yang dihadapi di SD.
๐Ÿ’™ Buku 250 Soal Jadi Anak SD dapat digunakan oleh anak kelas TK B hingga kelas 2 SD.
๐Ÿ’™ Buku 250 Soal Jadi Anak SD disajikan berwarna sehingga menarik perhatian minat anak untuk belajar bersama buku ini

๐Ÿ›’Beli buku

Ingin tahu tampilan isi buku 250 Soal Jadi Anak SD, tonton videnya ๐Ÿ‘‡

๐Ÿ›’Beli buku

Catatan Menjelang Akhir Tahun 2022: Contohlah Semangat Mereka, Oma dan Opa

Sebelum saya menulis panjang saya ucapkan

๐ŸŽ„โ›„๐ŸŽ„โ›„๐ŸŽ„
SELAMAT NATAL 2022 & SELAMAT TAHUN BARU 2023 untuk Sahabat Pembaca yang merayakan. Semoga suka cita Natal senantiasa mengisi hati dan terang cahaya menyinari langkah di tahun yang baru nanti.
๐ŸŽ„โ›„๐ŸŽ„โ›„๐ŸŽ„

Hari ini saya mengikuti acara Misa Natal Adiyuswo yang diadakan Gereja Katolik Santo Barnabas Pamulang. Misa ini dikhususkan untuk para lansia (lanjut usia). Saya ikut misa ini untuk menemani ibu saya, yang sudah lansia.

Pada Misa Adiyuswo ini hampir 80% berusia lansia, yang 20% adalah yang menemani, seperti saya, entah itu anak, cucu, atau keluarga lainnya. Namanya juga misa yang khusua diadakan untuk lansia.

Saya tertarik untuk menulis catatan hari ini tentang para lansia karena ada hal menarik yang patut dicontoh oleh saya dan kita yang masih berusia di bawah 50 tahun. Apa itu? SEMANGAT.

Contohlah Semangat Para Lansia

Mereka, para lansia memiliki semangat yang luar biasa. Saya sebagai orang yang berusia muda, rasanya malu. Saya malu karena terlalu banyak mengeluh atas masalah yang dihadapi. Seakan-akan masalah kita adalah yang terberat.

Pada acara perayaan Natal Adiyuswo yang diadakan setelah misa, para oma dan opa bergembira bersama, bernyanyi, dan melupakan bahwa usia mereka tidak muda lagi. Para oma dan opa ini menampilkan berbagai hiburan, seperti menyanyi dan menari. Mereka juga berjoged bersama dalam sukacita Natal.

Penampilan tarian dari oma-oma.

SECUIL KISAH SEJUTA INSPIRASI

Di antaranya sekian banyak oma dan opa, termasuk ibu saya, ada sepasang oma-opa yang menarik perhatian saya. Perkiraan saya, oma-opa ini berusia di atas 75 tahun. Oma-opa ini sudah tidak mampu berjalan normal. Mereka berdua bergandengan dan berjalan saling menopang, salah satunya membawa kruk. Oma-opa ini satu lift dengan saya dan ibu saya saat turun dari tempat acara natalan.

Batin saya berkata, “Mereka sungguh cinta sejati.” Mereka pasti akan saling setia hingga akhir hayat. ๐Ÿ˜

Ketika saya dan ibu saya duduk di lobi gedung menunggu pesanan taksi online datang, oma-opa itu pun duduk seperti menunggu jemputan. Saya pikir mungkin mereka menunggu jemputan.

Tidak berapa lama, oma-opa ini beranjak berdiri dan menuju parkiran. Saat itu ada sekelompok orang baru turun dari tempat acara. Saat melihat oma-opa itu mereka membantu untuk melewati dua anak tangga di depan lobi.

Salah satu di antaranya bertanya, “Sudah dijemput, Oma.”
“Tidak, ada mobil,” jawab si Oma.
Saya pun berpikir, kalau sudah ada mobil anaknya, kenapa anaknya tidak menemui malah menyuruh oma-opa itu jalan ke parkiran?

Tidak berapa lama saya melihat sebuah mobil tua lewat (mobil yang seusia dengan mereka), oma-opa itu duduk di depan. Si Opa menjadi pengemudinya. Deg, hati saya langsung bergetar.

Astaga, mereka membawa mobil sendiri. Kemana anak-anak mereka? Apa mereka tidak memiliki anak? Kalau punya anak, apa anak-anaknya tidak tahu mereka pergi ke gereja?