Berikut ini contoh soal cerita berhitung (matematika) yang saya kutip dari sebuah buku Tematik SD 1A.
Nina dan ibu suka donat. Ibu membuat 4 kue donat Ibu membuat lagi 4 kue donat. Ayo, hitung berapa donat yang dibuat ibu.
Contoh soal di atas adalah soal berhitung atau matematika di kelas 1 SD. Jika di tamanย kanak-kanak, anak belajar berhitung 3+5, 2+3, atau 1+5, di sekolah dasar berbeda, soal matematika dikemas berbeda.
Ada dua kemampuan yang harus dimiliki oleh anak ketika mengerjakan soal di atas. Pertama, anak harus bisa membaca. Kedua, anak harus bisa berhitung. Jadi, tanpa bisa membaca, anak tidak akan bisa mengerjakan soal cerita tersebut, semudah apa pun hitungannya.
Saat anak mau masuk ke jenjang SD, kemampuan membaca menulis dan berhitung (calistung) harus terus diasah. Di sekolah taman kanak-kanak, anak tentu sudah banyak belajar calistung. Namun, ternyata kemampuan calistung saja tidak cukup.
Setelah pagi tadi antre untuk pendaftaran dan registrasi, sore ini pergi ke rumah sakit lagi untuk bertemu dokter. Jadwal dokter ysng akan ditemui pukul 17.00 mulai prakteknya.
Sore ini saya dan anak lanang ditemani si Ayah untuk pergi ke dokter spesialis bedah umum Rumah Sakit Sari Asih.
Tepat pukul 17.00 wib kami baru bisa meluncur ke rumah sakit karena menunggu ayah yang baru pulang kantor dan si Kakak.
Persiapan sebelum pergi sama dengan tadi pagi, saya juga mau bekal makan untuk si Adek makan malam karena takutnya antrean akan lama.
Sekitar pukul 17.30 kami sudah sampai di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat. Saya dan anak lanang langsung menuju ke tempat pemeriksaan dokter atau poliklinik. Saya tidak menyerahkan berkas apapun pada perawat, karena sudah diambil oleh perawat tadi siang. Saya hanya tinggal datang untuk bertemu dengan dokter.
Saya tanya pada perawat apakah Dokter sudah ada. Dia menjawab jika Dokternya sudah ada dan saya tinggal menunggu dipanggil. Tidak lama, ternyata hanya sekitar 10 menit saya menunggu nama saya sudah dipanggil untuk bertemu dengan dokter. Dan pemeriksaan dokter juga tidak lama, setelah bicara sedikit ini itu ini itu ini itu, dokter memberikan resep obat dan cara untuk menangani luka di kaki ini.
Kata dokter saya harus membersihkan dan mengompres luka dua kali dalam sehari dan untuk mengetahui penyebab lain saya juga diberikan surat rekomendasi untuk konsultasi ke dokter penyakit dalam. Huhuhuhuhu ini menjadi PR, bertemu satu dokter saja harus antre lagi di dokter yang lain dan membuat jadwal baru.
Menurut dokter saya harus datang lagi untuk kontrol 10 hari lagi. Jika obat dan tindakan yang dilakukan tidak mengubah kondisi luka, akan diberikan obat yang berbeda. Ya, saya berharap lukanya akan segera baik, setelah ini, 10 hari ke depan, semoga, amin.
Bertemu dokter tidak lama, sebelum pukul 18.00 semua urusan di poliklinik sudah selesai. Urusan dengan dokter sudah selesai, tapi masih ada yang harus dilakukan dan kemungkinan ini akan lama. Apa itu? Antrean di bagian farmasi. Ada kemungkinan sangat antre.
Pukul 18.45 Kami bertiga mulai mengantre di Farmasi Rumah Sakit Sari Asih. Antrean tidak bisa dihindari. Jika ingin mendapatkan obat dari resep yang diberikan oleh dokter mau tidak mau harus mengantre.
Sambil menunggu antrean, saya tawarkan makan pada Adek Krisan. Dia menggangguk dan bekal pun dibuka. Adek Krisan dan saya makan bekal. Si Ayah memilih tidur sambil duduk.
Satu jam berlalu nama saya belum juga dipanggil dan orang-orang tampak mulai gelisah. Untuk yang tidak sabar untuk menunggu, petugas apoteker memberikan saran dan cara mengambil obat resep menggunakan ojek online. Petugas apoteker yang akan memesankan ojek online dan mengirimkan obat ke alamat pasien jika obat sudah siap.
Sebenarnya ini layanan yang sangat bagus, tapi kalau sudah terlanjur menunggu saya memilih lebih baik menunggu saja. Kecuali memang jika ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan, mau tidak mau menggunakan tawaran yang diberikan oleh petugas apoteker.
Dua jam sudah berlalu duduk menunggu di bagian Farmasi Rumah Sakit Sari Ciputat, nama saya belum juga dipanggil. Anak saya sudah mau tidak mau diam. Jalan ke sana ke mari, lari ke sana kemari kadang duduk kadang tiduran di kursi.
Tidak hanya kami yang gelisah, semuanya sudah mulai gelisah, dan menunjukkan kegelisahan dengan caranya masing-masing. Ada yang berdiri, maju ke depan bertanya terus-menerus hingga emosi.
Saya pun yang awalnya duduk di paling belakang, lalu beberes yang dibawa, kemudian pindah duduk di kursi tunggu paling depan.
Akhirnya setelah tiga jam nama saya pun dipanggil. Syukurlah semua obat yang diresepkan ada dan bisa dibawa pulang. Puji Tuhan.
Pukul 9 malam lewat kami baru bisa pulang, keluar dari area Rumah Sakit Sari Asih Ciputat dan meluncur pulang.
Sungguh perjuangan yang luar biasa untuk sebuah luka kecil sebenarnya. Karena ada begitu banyak yang harus dilibatkan dan ada begitu banyak waktu yang harus dibuang dan ada begitu banyak emosi yang terlontar. Tapi tentu saja luka ini tidak bisa saya sepelekan. Semoga tindakan yang dilakukan oleh dokter dan obat yang diresepkan benar-benar manjur, amin.
Doa utama hari ini adalah Tuhan berikan cuaca yang baik untuk hari ini karena saya harus bolak-balik ke rumah salit hari ini. Luar biasa Tuhan mendengarkan doa saya. Cuaca hari ini sungguh baik hati. Terima kasih Tuhan.
Hari ini, Jumat, 14 Oktober 2022, sudah direncanakan untuk bertemu dengan dokter bedah umum rumah sakit sari asih. Jika ingat beberapa hari ke belakang, sudah terlalu banyak lelah yang dilalui, baik lelah hati maupun raga.
Pukul sekitar pukul 8.30 ojek online sudah dipesan beberapa menit lagi tiba. Sekitar pukul 9 saya sampai di rumah sakit Sari Asih. Situasi sudah ramai dan pastinya antrean di loket registrasi juga sudah padat.ย
Saya mengambil nomor antrean di mesin antrean, benar saja, saya mendapat nomor antrian 134 dan baru berjalan sampai nomor 50 (kalau tidak salah). Masih ada tempat duduk kosong di belakang, segera saya menghampiri tempat duduk itu bersama anak lanang.
Nomor antrean D134
Satu jam berlalu, nomor antrean masih jauh menuju nomor 134. Bagi saya tidak masalah mengantre karena itu sudah pasti terjadi. Saya sudah mempersiapkan kemungkinan mengantre lama. Saya mengantre bersama anak lanang. Segala kebutuhannya harus saya siapkan supaya anak lanang bisa anteng dan duduk manis.
Karena tadi anak lanang belum makan nasi jadi saya buka bekal. Saya tawarkan makan dan dia langsung makan dengan teman lauk seadanya. Anggap saja berada di rumah sendiri ya Dek.ย ย ๐
Antrean masih panjang, kanan-kiri, depan-belakang, orangtua-muda, dan anak-anak sedang mengantre juga. Saya dan anak lanang sibuk dengan makan bekal. Anak lanang makan dengan lahap hingga habis bekalnya.ย
Jika bisa diubah tujuan rumah sakitnya, langsung saya ubah. Tapi saya tidak bisa ubah sendiri, harus sistemnya yang mengubah atau memang tidak bisa diubah. Menunggu tiga jam di ruang tunggu hanya untuk menunggu registrasi pendaftaran pasien BPJS, rasanya amat melelahkan. Tapi tak jadi masalah jika akhirnya bisa konsultasi ke dokter bedah umum. Nah, yang terjadi adalah sudah nunggu lama, ternyata tak bisa bertemu dokter. Padahal sangat berharap hari itu bisa tahu dan mendapat hasil analisis dokter bedah tentang luka yang saya alami ini. Hasilnya nihil.
Minggu, 9 Oktober 2022, saya ke klinik yang menjadi Faskes 1 BPJS saya. Saya mau mengajukan perubahan tujuan rumah sakit untuk surat rujukan yang sudah dibuat.
Setelah saya menjelaskan alasannya blablabla blablabla blablabla, Perawat klinik mengatakan surat rujukan tidak bisa diganti karena sudah terdaftar di Rumah Sakit Sari Asih.
Rumah Sakit Sari Asih Sedang Melakukan Perbaikan dan Maintenance System, Harap Dimaklumi
Sudah sejak lama saya mendapat surat rujukan Faskes 1 untuk dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih, Dokter Bedah Umum. Tepatnya tanggal 29 September 2022. Surat rujukan itu sudah bisa dibawa ke rumah sakit Sari Asih esok harinya jika memang ada dokter yang sesuai. Setelah saya menelepon ke Rumah Sakit Sari Asih untuk melakukan pendaftaran perjanjian dengan dokter akhirnya diperoleh waktu yang sesuai, Selasa, 4 Oktober 2022.
Namun kita semua tahu bahwa tepat di hari Selasa, 4 Oktober 2022, di Jabodetabek terjadi hujan deras luar biasa sejak siang dengan petir tidak henti hingga malam. Tayangan berita di media online mengabarkan ada banjir, dan genangan air di mana-mana.
Sementara dokter yang akan saya datangi di Rumah Sakit Sari Asih jadwalnya pukul 18.00-20.00. Dengan kondisi cuaca seperti itu saya tidak mungkin pergi karena saya akan pergi dengan mengajak serta anak (2,5 thn)ย dan saya tidak mungkin meninggalkan anak di rumah. Akhirnya saya batalkan untuk datang ke Rumah Sakit Sari Asih.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.