Orang tua merasa bangga jika anak-anaknya pintar matematika. Kenapa sih? Apa alasannya orang tua ingin anaknya pintar matematika? Ini alasannya kenapa orang tua ingin anaknya pintar matematika.
Matematika adalah mata pelajaran yang masuk dalam ujian nasional mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Bahkan saat tes masuk perguruan tinggi.
Untuk menunjang kemampuan matematika, orang tua juga tidak segan memasukkan anak sejak usia dini ikut kelas bimbingan belajar matematika.
Untuk persiapan masuk SD, orang tua bisa menggunakan soal-soal latihan dari lembar aktivitas ini. Latihan soal ini dapat dicetak atau di-print sendiri.
Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan). Peribahasa juga dimaknai sebagai ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin sudah jarang kita temui orang berbicara dengan menggunakan peribahasa, karena pada masa kini orang cenderung berbicara apa adanya. Namun, peribahasa perlu dilestarikan karena peribahasa merupakan kekayaan bahasa, apalagi jika peribahasa itu menggunakan bahasa daerah.
Untuk mengingatkan kembali tentang peribahasa, berikut ini 10 peribahasa bahasa Indonesia dari kata “air”.
(1) Ada air ada ikan Arti peribahasa ada air ada ikan adalah di mana pun kita berada, niscaya ada rezeki.
(2) Air beriak tanda tak dalam Arti peribahasa air beriak tanda tak dalam adalah orang yang banyak cakap (sombong dan sebagainya) biasanya kurang ilmunya.
(3) Air besar, batu bersibak Arti peribahasa air besar, batu bersibak adalah persaudaraan (keluarga) menjadi cerai-berai apabila terjadi perselisihan.
(4) Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam Arti peribahasa air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam adalah tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dan sebagainya).
(5) Air laut asin sendiri Arti peribahasa 10 Peribahasa Indonesia dari Kata Air laut asin sendiri adalah orang yang suka memuji diri sendiri.
(6) Air tenang (biasa) menghanyutkan Arti peribahasa air tenang (biasa) menghanyutkan adalah orang yang pendiam biasanya banyak pengetahuannya.
(7) Bagai air di daun talas Arti peribahasa bagai air di daun talas adalah selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian).
(8) Bagai air pembasuh kaki Peribahasa bagai air pembasuh kaki artinya direndahkan.
(9) Bermain air basah, bermain api lecur Arti peribahasa bermain air basah, bermain api lecur adalah tiap pekerjaan atau usaha ada susahnya.
(10) Takkan putus air dicencang Arti peribahasa takkan putus air dicencang adalah hubungan persaudaraan tidak dapat dipisahkan; meski berselisih, pada akhirnya akan berdamai juga.
Lembar aktivitas yang menurut orang tua atau guru menarik untuk anak PAUD, belum tentu menarik untuk anak. Mungkin, ada anak yang tertarik dengan lembar aktivitas yang kita berikan, tapi tidak berlaku untuk semua anak.
Jadi, sebuah lembar aktivitas, perlu dibuat menyesuaikan kesukaan anak dan lingkungan sekitar anak. Kesukaan anak pastilah berbeda-beda-beda. Oleh karena itu, saya bagikan 50 Ide Lembar Aktivitas Anak PAUD untuk siapa saja yang membutuhkan ide lembar aktivitas, bisa guru PAUD, orang tua, dan lainnya yang terkait. Ide ini bisa dikembangkan berdasarkan kondisi anak.
5 TEMA LEMBAR AKTIVITAS
Dalam 50 Ide Lembar Aktivitas Anak PAUD terdapat 5 tema, yaitu tema hewan, tema buah, tema sayur, tema transportasi, dan tema profesi.
Kalau saya bicara tentang peribahasa pasti ingat dengan dua peribahasa ini.
▶️ Tong kosong nyaring bunyinya ▶️ Tak ada gading yang tak retak
Sahabat, pasti tahu arti dua peribahasa itu, bukan. Peribahasa “tong kosong nyaring bunyinya” berarti orang yang bodoh biasanya banyak bualnya (cakapnya), sedangkan peribahasa “tak ada gading yang tak retak” berarti tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya. Peribahasa biasa digunakan orang dalam percakapan untuk mengungkapkan sesuatu secara tidak langsung.
Misalnya: “Ah, kamu itu tong kosong nyaring bunyinya.” “Sudahlah, jangan terlalu menyalahkan dia, tak ada gading yang tak retak.”
Menurut KBBI Luring, (1) peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan), (2) peribahasa adalah ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.
Jika Sahabat tahu arti peribahasa dalam bahasa Indonesia, bagaimana dengan peribahasa-peribahasa di bawah ini? Tahukah Sahabat asal daerah dan arti peribahasa ini?
(1) Biar parau buruk tetap bertambat di pengkalen (2) Ibarato ujan umban ke gunung, mpuak besighak kidau kanan tunggal ke batang aki (3) Se adhagang adhaging (4) Fa paragon as sepa, mai dad uka moya (5) Kina susurano bulengan (6) Mopotuwawu kalibi, kuali,wawu pi’ili
Kalau Sahabat tahu bahasa daerah dari peribahasa di atas, tentu Sahabat akan tahu artinya. 😊 Peribahasa di atas saya kutip dari buku (lembar aktivitas) Yuk Keliling Nusantara: 38 Peribahasa Nusantara yang ditulis oleh @yukkelilingnusantara.
Setiap daerah di Nusantara mempunyai kekayaan bahasa yang luar biasa. Hal ini tentunya juga memperkaya khazanah peribahasa Nusantara.
Kalau Sahabat ingin mengetahui lengkapnya 38 Peribahasa Nusantara, sahabat bisa mengunduhnya di sini 👇
Sekarang, yuk kita bedah arti peribahasa dari enam daerah di Nusantara.
Peribahasa “biar parau buruk tetap bertambat di pengkalen” berasal dari Bangka Belitung. Arti peribahasa ini adalah biar perahu buruk tetap berlabuh di dermaga, memaafkan kesalahan orang lain adalah kunci menjaga hubungan.
Peribahasa “Ibarato ujan umban ke gunung, mpuak besighak kidau kanan tunggal ke batang aki” berasal dari Bengkulu. Arti peribahasa ini adalah seperti air hujan jatuh ke gunung, walau memancar ke kiri dan ke kanan, akhirnya bersatu di sungai. Ragam pendapat bersatu dalam musyawarah mufakat.
Peribahasa “se adhagang adhaging” berasal dari Jawa Timur. Arti peribahasa ini adalah kalau berdagang haruslah berdaging, kalau bekerja haruslah berhasil.
Peribahasa ” fa paragon as sepa, mai dad uka moya” berasal dari Maluku. Arti peribahasa ini adalah seperti anjing menggonggong tetapi tidak menggigit.
Peribahasa “Kina susurano bulengan” berasal dari Sulawesi Utara. Arti peribahasa ini adalah tanggung jawab sudah terpenuhi.
Peribahasa “Mopotuwawu kalibi, kuali,wawu pi’ili” berasal dari Gorontalo. Arti peribahasa ini adalah menyatukan hati, perkataan, dan perbuatan.
Sahabat kini tahu arti peribahasa dari enam daerah di Nusantara. Jika ingin tahu lebih banyak tentang 38 Peribahasa Nusantara, Sahabat bisa mengunduhnya di sini☺️👇
Kenapa buku ini dijual dalam bentuk PDF? Mungkin Sahabat bertanya akan hal itu. Buku Yuk Keliling Nusantara: 38 Peribahasa Nusantara mempunyai misi lain selain memperkenalkan peribahasa yang ada di daerah-daerah di Nusantara. Apa misinya? Misi lain buku ini adalah latihan menulis. Sambil memahami peribahasa dari berbagai daerah di Nusantara, Sahabat bisa mengajak anak, ponakan, dan adik untuk latihan menulis. Karena itulah, buku ini dijual dalam bentuk PDF, supaya Sahabat bisa mencetak sendiri lembar demi lembar sesuai kebutuhan.
Ide arisan huruf sebenarnya sudah ada sejak pertengahan tahun 2018. Ketika itu anak saya, Kenan (3,5 tahun) ikut acara arisan ibu-ibu lingkungan. Belum lama sebelumnya, saya sudah membelikan Kenan magnet huruf.
Pulang dari arisan, tiba-tiba muncul ide di benak saya tentang arisan huruf. Ide itu saya katakan pada Kenan, dan ternyata dia tertarik dengan ide itu. ARISAN HURUF maksudnya adalah 26 huruf ditulis di kertas kecil lalu dilinting seperti kocokan arisan. Cara bermainnya adalah Kenan mengocok huruf itu dan mengambil 1 lalu membuka kertas. Misalnya huruf yang tertulis M, maka Kenan akan mengambil magnet huruf M di papan. Lintingan huruf dikocok lagi, huruf yang keluar akan dicari oleh Kenan. Begitu seterusnya, sampai Kenan mau berhenti bermain (paling lama bertahan 30 menit saja).
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.