Ibu di Rumah Siap Bermain Apa Saja

Bun, ayo main kejar-kejaran
Bun, ayo main bola
Bun, ayo main petak umpet
Bun, ayo main dokter
Bun, ayo main gunting rambut
Bun, ayo main masak-masakan

Bun, ayo main. Bun, ayo main. Kalimat sakti ini sering membuat saya tersadar jika harus selalu ada untuknya. Saya memilih bekerja di rumah demi menemani anak lanang setiap saat. Ketika kalimat sakti itu muncul, rasanya saya tak kuasa menolak. Walau kadangkala, pekerjaan dadakan (editing, writing) memaksa saya harus menolak ajakannya bermain, hati saya bergemuruh dan sangat-sangat merasa berdosa padanya.

Menjadi ibu di rumah adalah pilihan sangat-sangat benar menurut saya. Walaupun kadang ekonomi keluarga agak terganggu, rasanya terbayar dengan rasa bahagia selalu dekat dengan anak lanang. Uang dan harta bisa dicari nanti, masa kecilnya di usia emas (golden age) tidak akan bisa terulang. Continue reading “Ibu di Rumah Siap Bermain Apa Saja”

Buku Aktivitas itu Mencerdaskan Anak PAUD

Buku aktivitas ditujukan untuk melatih kemampuan berpikir, menanamkan karakter baik, merangsang berbagai kecerdasan, atau melatih membaca menulis dan berhitung (calistung) anak usia dini. Namun, tentu anak usia dini tidak bisa menggunakan buku aktivitasnya sendiri. Maksud saya adalah orang tua dan pendamping anak berperan sangat besar dalam proses belajar anak bersama bukunya.

Buku aktivitas dibuat sedemikian rupa untuk menarik minat anak usia dini menoleh pada buku itu. Gambar yang menarik dan tema buku aktivitas yang dekat dengan anak menjadi persaingan ketat antarpenerbit supaya bukunya dilirik oleh orang tua juga anak. Continue reading “Buku Aktivitas itu Mencerdaskan Anak PAUD”

Cara Kreatif Menghabiskan Waktu 3 Jam Mengantre di Bank Bersama  Anak Balita

Bagi orang tua pergi ke tempat umum dengan anak usia balita harus penuh kewaspadaan dan penuh energi plus penuh kesabaran. Anak balita mempunyai energi yang luar biasa. Di saat orang tua (orang dewasa) sudah kelelahan beraktivitas seharian, anak balita masih punya segudang energi yang tak habis-habis. Bahkan seharian berlarian sana ke mari pun, energinya masih penuh.

Saya termasuk orang tua yang mulai kewalahan dengan keaktifan anak saya, Kenan, yang luar biasa, apalagi jika pergi ke tempat umum. Misalnya pergi ke swalayan, Kenan akan berlarian ke sana ke mari, kadang terkendali, kadang tak terkendali. Yang saya khawatirkan adalah Kenan akan menabrak barang-barang yang ada atau menghalangi orang yang berbelanja. Banyak orang yang memaklumi kebiasaan anak-anak balita yang kadang sulit dikendalikan, namun tak sedikit juga yang memandang sinis ketika melihat ulah anak-anak yang aktif luar biasa.

Jika pergi ke tempat umum dalam waktu beberapa menit saja, tidaklah menjadi masalah, orang tua tak perlu waspada terus-menerus. Bagaimana jika pergi ke tempat umum dalam waktu yang cukup lama, karena harus mengantre?

Kemarin, saya dan suami pergi ke sebuah bank untuk mengurus sesuatu hal. Customer service hanya ada satu orang, sementara itu sudah banyak yang antre. Kami mendapat nomor 20 dan menunggu hingga tiga jam lebih baru bisa terlayani. Saya tidak mempersiapkan apa-apa untuk membuat Kenan duduk diam dengan tenang walaupun harus menunggu. Saya pikir tidak akan menunggu selama itu.
Continue reading “Cara Kreatif Menghabiskan Waktu 3 Jam Mengantre di Bank Bersama  Anak Balita”

Tata Krama Dimulai dari Keluarga

Kesal tidak jika melihat seorang anak, masuk ke rumah kita tanpa permisi, nyelonong begitu saja? Kalau saya kesal sekali, walaupun anak itu saya kenal. Dalam hati saya berucap, “Ini anak pasti tidak diajari tata krama sama orangtuanya.”

Fakta lain, sebuah keluarga (ayah, ibu, dan anaknya) bertamu ke rumah. Belum dipersilakan oleh yang punya rumah, si anak langsung aja mengambil makanan suguhan di meja, semua jenis makanan dicoba, padahal yang punya rumah belum mempersilakan. Saya yang melihat hal ini, sangat turut kesal juga. “Ini anak pasti tidak diajarkan tata krama oleh orangtuanya.”

Budaya tata krama lainnya yang sering diabaikan anak, misalnya meminta maaf saat berbuat salah, mengucapkan terima kasih saat diberi barang, mengembalikan barang yang dipinjam, meminta izin saat menggunakan barang milik orang lain, dan masih banyak lagi. Perkembangan karakter anak tergantung orangtuanya, jadi ketika seorang anak berbuat tidak sopan, bukan salah anak.

Kenan meniru saat saya membuat puding, mengupas telur, dan bekerja di depan laptop

Pendidikan karakter anak, tata krama salah satunya, dimulai dari orang-orang terdekat anak yaitu ayah, ibu, kakak, nenek, kakek, dan lainnya, dalam keluarga. Ketika pendidikan karakter itu tidak diterima anak dalam keluarganya, anak akan  berperilaku jauh dari tata krama atau sopan santun.

Continue reading “Tata Krama Dimulai dari Keluarga”

Arisan Alfabet: Mengenal Huruf dengan Menyenangkan

Ide arisan alfabet sebenarnya sudah ada sejak pertengahan tahun 2018. Ketika itu anak saya, Kenan (3,5 tahun) ikut acara arisan ibu-ibu lingkungan. Belum lama sebelumnya, saya sudah membelikan Kenan magnet huruf.

Pulang dari arisan, tiba-tiba muncul ide di benak saya tentang arisan alfabet. Ide itu saya katakan pada Kenan, dan ternyata dia tertarik dengan ide itu. ARISAN ALFABET maksudnya adalah 26 huruf ditulis di kertas kecil lalu dilinting seperti kocokan arisan. Cara bermainnya adalah Kenan mengocok alfabet itu dan mengambil 1 lalu membuka kertas. Misalnya huruf yang tertulis M, maka Kenan akan mengambil magnet huruf M di papan. Lintingan alfabet dikocok lagi, huruf yang keluar akan dicari oleh Kenan. Begitu seterusnya, sampai Kenan mau berhenti bermain (paling lama bertahan 30 menit saja).
Continue reading “Arisan Alfabet: Mengenal Huruf dengan Menyenangkan”